Sasar Generasi Muda, Pemkab Purworejo Sosialisasikan Ketentuan Perundang-undangan Cukai

    


Suasana Sosialisasi tentang Ketentuan Perundang-undangan Cukai, Rabu (23/11/2022) di Hotel Ganesha dengan peserta para pelajar, yang dimotori Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Purworejo, bekerjasama dengan Sekretariat DBHCHT Kabupaten Purworejo dan Kantor Bea Cukai Magelang - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pemkab Purworejo melalui Bagian Perekonomian dan SDA Setda, bekerjasama dengan Sekretariat DBHCHT Kabupaten Purworejo dan Kantor Bea Cukai Magelang, menggelar Sosialisasi tentang Ketentuan Perundang-undangan Cukai, Rabu (23/11/2022) di Hotel Ganesha.

Menghadirkan narasumber dari Kantor Bea Cukai Magelang, Adi Salam, sosialisasi bertema ‘Membangun Pemahaman Bersama Larangan Cukai Rokok Illegal’ ini diikuti perwakilan siswa SMA/SMK dari SMAN 1, SMAN 6, SMKN 3, SMK TKM, SMK YPT dan SMK PN.

Dalam sosialisasi juga dihadiri anggota DPRD Kabupaten Purworejo dari komisi 3, Eko Januar Susanto, Ajeng Dewi, Mustakim yang dalam kesempatan tersebut mensosialisasikan atau memperkenalkan tentang DPRD Kabupaten Purworejo.

Dijelaskan oleh Anggit Wahyu Nugroho, Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Purworejo sekaligus sekertariat DBHCHT Kabupaten Purworejo, bahwa sosialisasi tersebut merupakan kegiatan atau program dari DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau).

“Tujuannya untuk memberikan informasi atau pengetahuan bagi masyarakat khususnya generasi muda terkait dengan peraturan perundang-undangan cukai serta pelanggaran-pelanggaran yang ada di masyarakat terkait dengan produk tembakau,” jelas Anggit.

Agenda rutin terkait dengan sosialisasi ini, menurut Anggit, kali ini kami menyentuh pada sasaran generasi muda di tingkat mahasiswa maupun di pelajar. Dengan ini, mereka diharapkan bisa menjadi agen untuk penyebarluasan informasi terkait dengan ketentuan peraturan perundang-undangan cukai.

Jadi, kata Anggit, ada salah satu kegiatan di sekretariat DBHCHT bagian perekonomian dan sumber daya alam sekertaris daerah untuk mengumpulkan informasi terkait dengan pemanfaatan pita cukai di masyarakat (pasar khususnya), serta terkait dengan pemberantasan barang kena cukai illegal.

“Dari pengumpulan informasi, tim yang diterjunkan ke lapangan di beberapa desa dan kecamatan disasar, kemudian dari temuan tersebut ditindaklanjuti dengan pemberantasan,” ungkap Anggit.

Dia berharap, di lapangan dengan sosialisasi yang disampaikan ini ada penurunan, artinya masyarakat sudah mulai mengetahui bahwa ketentuan penggunaan pita cukai itu harus mereka patuhi.

Diakui, saat ini peredaran rokok illegal di Purworejo masih ada, sehingga pihaknya selalu melakukan kegiatan pengumpulan informasi dan pemberantasannya. Selain itu, kegiatan tersebut disertai dengan sosialisasi sehingga masyarakat mulai mengetahui bahwa sebetulnya barang-barang tersebut merupakan barang yang harus bercukai.

“Tadi sudah disampaikan oleh Bea Cukai tentang ketentuan perundang-undangan terkait cukai, serta adanya sanksi yang sifatnya administrasi juga pidana bagi pelanggar,” pungkas Anggit. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS