Sampai Desember 2026 Bulog Serap Telur Ayam Peternak Mikro Senilai Rp30 Miliar

oleh
Perum Bulog meluncurkan program pembelian telur ayam dan pakan murah untuk peternak mikro di seluruh Indonesia, hingga Desember 2026 - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Hingga Desember 2026, Perum Bulog menyerap komoditas pangan berupa telur ayam dari peternak mikro di Indonesia. Total nilai pembelian mencapai Rp30 miliar sampai akhir tahun ini.

Pada periode yang sama, Bulog juga menyediakan komoditas jagung pakan untuk peternak mikro, dengan harga Rp5.000 per kilogram.

RINGKASAN
  • Bulog serap telur Rp30 miliar: Hingga Desember 2026, Perum Bulog membeli telur ayam dari peternak mikro di Indonesia dengan total nilai pembelian mencapai Rp30 miliar.
  • Jagung pakan Rp5.000 per Kg: Bulog juga menyediakan jagung pakan untuk peternak mikro seharga Rp5.000 per kilogram untuk menekan biaya produksi.
  • Peternak di Bali didukung penuh: Kanwil Bulog Bali memastikan penyaluran jagung SPHP dan pembelian telur agar peternak mikro tidak berjalan sendiri dan produksi tetap berkelanjutan.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) H. Andi Amran Sulaiman mengatakan, Bulog memastikan rantai pasok pangan terjamin mulai dari petani sampai pada konsumen.

“Kita ingin peternak semakin kuat, usahanya berkembang, dan kesejahteraannya meningkat. Di samping itu, peternak mampu menjaga produktivitas dan keberlanjutan usahanya,” kata Andi Amran di Blitar, Jawa Timur, Blitar, Kamis (5/11/2026).

Merespons kebijakan nasional, Kanwil Perum Bulog Provinsi Bali Simon Melkisedek Lakapu mengatakan, stabilitas pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan komoditas di pasar.

“Tapi bagaimana para pelaku usaha di tingkat produksi memperoleh dukungan agar dapat terus berkembang,” kata Simon.

Menurut Simon, penyaluran jagung SPHP dan pembelian telur ayam kepada peternak mikro, Bulog memastikan keberlanjutan produksi peternak dan ketersediaan pangan di masyarakat tetap terjamin.

“Kami memastikan para peternak mikro tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan usaha,” ujarnya. (Way)