KORANJURI.COM – PT Miraland Bali menyiapkan skema pembelian properti vila berkonsep holiday home dengan pembayaran yang fleksibel.
Pengembang mulai merilis tahap pertama pada Februari 2024 dan 23 unit terjual habis dalam periode empat bulan. Saat ini tahap kedua dimulai untuk 10 unit dengan kategori 7 unit standar dan 3 unit luksuri.
Tipe unit yang ditawarkan mencakup pilihan 2-3 kamar dengan desain lebih variatif.
Direktur Miraland Bali I Wayan Sudarma yang mengembangkan Samani Villa Pecatu mengatakan, fase kedua dengan dua ukuran yakni 140 meter persegi dan 147 meter persegi.
“Skema pembayarannya sangat fleksibel via KPR, kas, atau pembayaran bertahap setahun hingga dua tahun ada, jadi sangat fleksibel,” kata Wayan Sudarma, Jumat, 21 Februari 2025.
“Dalam periode sebulan ke depan, pembelian indent diberikan free furniture dan pajak, harga di kisaran Rp4,662 miliar,” tambahnya.
Samani Villa Pecatu berada di jantung kawasan Pecatu sebagai destinasi wisata premium Bali Selatan.
Berlokasi dekat dengan destinasi ikonis seperti Pantai Padang Padang, Pura Uluwatu, dan resort internasional, proyek ini menawarkan potensi sewa tinggi bagi investor.
Fasilitas lengkap seperti kolam renang pribadi, area lounge eksklusif, dan layanan properti manajemen memperkuat daya saingnya sebagai aset properti.
Akses ke jalan Raya Uluwatu hanya berjarak 30 meter. Wayan Sudarma mengatakan, fasilitas dan desain dirancang dengan cermat. Sehingga memberikan nilai investasi dan potensi return of investment yang menjanjikan.
“Kita tidak sembarang membuat desain melalui kajian sesuai market,” ujarnya.
Fasilitas umum dirancang ekslusif dengan menyiapkan, lobi dan restoran, gym hingga ruang meeting dan penjagaan selama 24 jam.
“Soal isu lingkungan, kami siapkan 30 persen pembebasan lahan, untuk got, area publik, maupun sanitasi untuk mendukung eco living,” kata Wayan Sudarma. (Way)

