PN Purworejo Jatuhkan Vonis Mati Kepada Gunardi, Ini Kasusnya

    


Gunardi, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Panggeldlangu, Butuh, Purworejo, akhirnya divonis hukuman mati oleh PN Purworejo, Kamis (24/10/2019) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pengadilan Negeri Purworejo akhirnya menjatuhkan vonis mati kepada Gunardi (36), seorang terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Desa Panggeldlangu, Butuh.

Dalam persidangan Kamis (24/10/2019), oleh Majelis Hakim yang terdiri dari Mardison, SH, Setyarini Wulandari, SH, MH dan Ayu Marti Astuti, SH, terdakwa dinyatakan secara sah dan meyakinkan, jika perbuatannya melanggar pasal 340 KUHP. Pelaku membunuh istrinya Sarah (33) dan mertuanya Rara Endang Sulistyawati (59).

Dalam pertimbangannya, Majelis Hakim menyatakan keterangan semua saksi-saksi berkesusaian. Sebelum terjadinya peristiwa pembunuhan pada tanggal 5 Mei lalu, terdakwa pernah mengancam akan menghancurkan keluarga korban.

“Tidak ada hal yang meringankan terdakwa,” kata Hakim.

Putusan Majelis Hakim memvonis mati Gunardi, disambut gembira ratusan pendukung keluarga korban, yang selalu datang di setiap kali persidangan. Putusan ini, lebih berat dibanding tuntutan jaksa, yang menuntut 20 tahun penjara.

Keluarga korban, langsung menangis begitu mendengar putusan hakim. Mereka berpelukan, sebagai tanda syukur atas putusan itu, dan mengucapkan banyak terima kasih pada Majelis Hakim.

Atas putusan itu, Masruri, selaku jaksa penuntut mengatakan, bahwa perbedaan pendapat dengan Majelis Hakim dalam sebuah persidangan adalah hal biasa.

“Kami diberi waktu 7 hari untuk pikir-pikir,” kata Masruri.

Ketua PN Purworejo, Sutarno, SH, M.Hum yang ikut memantau jalannya sidang menjelaskan bahwa putusan Majelis Hakim yang melebihi tuntutan JPU tidak masalah, selama tidak melebihi ancaman hukuman maksimal pokok. (Jon)