KORANJURI.COM – Akibat pandemi Covid-19 melanda Bali, perekonomian masyarakat turun hingga mencapai minus 12 persen. Dampaknya, beberapa tenaga kerja pun terpaksa dirumahkan, dan bahkan di PHK tanpa pesangon.
Namun hal itu rupanya tidak berlaku di JNE. Perusahaan yang bergerak dibidang jasa kurir atau pengiriman barang tetap eksis di tengah pandemi.
Kepala Cabang JNE Bali Nyoman Alit Septiniwati mengatakan, perusahaan ini mengalami penurunan jasa sekitar 15 sampi dengan 20 persen.
Menurutnya, penurunan ini disebabkan karena perekonomian Bali yang mengandalkan sektor pariwisata.
Kendatipun demikian, kata dia, tidak ada satupun karyawan yang dirumahkan. “Dari jumlah karyawan sebanyak 565 orang, satupun tidak ada yang dirumahkan,” katanya belum lama ini.
Begitu juga sebanyak 128 gerai atau mitra JNE yang tersebar di sembilan kabupaten/kota se-Bali, kata dia masih beroperasi seperti situasi normal.
“Jasa pengiriman barang masih dibutuhkan hingga sekarang. Untuk itu, kami tidak merumahkan karyawan,” tandasnya. (alt)





