Organisasi Media Online di Bali Galang Donasi untuk Korban Gempa NTT

oleh
Penggalangan donasi oleh organisasi media online dan Perhimpunan Jurnalis (Pena) NTT Bali untuk warga terdampak bencana gempa NTT - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Oganisasi media online di Bali menggalang donasi untuk korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi kemanusiaan itu mengumpulkan donasi total Rp3 juta.

Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja mengatakan, komunitas pers tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tapi juga terlibat dalam aksi kemanusiaan.

“Bantuan ini tidak besar, tapi kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT. Ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian keluarga besar pers di Bali,” ujar Edo, panggilan akrabnya.

Organisasi media daring di Bali yang terlibat yakni, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI). Serta, Perhimpunan Jurnalis (Pena) NTT Bali.

Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan menilai, musibah yang terjadi di NTT menjadi panggilan kemanusiaan untuk saling membantu tanpa melihat batas wilayah.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Ady.

Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna menekankan, peran media dalam situasi bencana tidak berhenti pada pemberitaan. Media juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun kepedulian publik terhadap masyarakat terdampak.

Ketut Sutrisna menambahkan, tanggung jawab media dalam situasi bencana tidak berhenti pada pemberitaan. Tapi juga mencakup upaya membangun kepedulian publik.

“Pers memiliki fungsi menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat, tapi di sisi lain kita juga memiliki kepedulian sosial,” jelas Sutrisna.

Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K. Daton menyampaikan apresiasi atas kepedulian SMSI, JMSI, dan AMSI Bali. Ia memastikan donasi tersebut akan diteruskan untuk membantu masyarakat NTT yang terdampak bencana.

“Kepercayaan dan bantuan ini akan kami teruskan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan di NTT,” kata Apolo.

Aksi bersama tiga organisasi perusahaan pers tersebut membawa pesan solidaritas kemanusiaan dapat dibangun lintas organisasi.

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA. Pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo di kedalaman 15 kilometer.

Gempa yang dipicu aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores itu diikuti lebih dari 7.000 gempa susulan.

Berdasarkan data BNPB, bencana tersebut menyebabkan 103 orang meninggal dunia, 1.666 orang luka-luka, dan 185.131 warga mengungsi.

Puluhan ribu rumah di sembilan Kabupaten/Kota juga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat. (*)