Modus WNA Pelaku Love Scamming di Tangerang, Gunakan AI Seolah Perempuan Muda

oleh
Direktorat Jenderal Imigrasi mengungkap kasus love scamming yang melibatkan 27 warga Tiongkok - foto: Ist.

KORANJURI.COM – 27 WNA dalam kasus love scamming diamankan petugas imigrasi di sebuah perumahan kawasan Tangerang. Para pelaku penipuan lintas negara itu berasal dari Tiongkok.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku memanfaatkan artificial intelligent (AI) yang dimodifikasi menjadi pesan otomatis dengan aplikasi ‘Hello GBT’.

Plt. Dirjen Imigrasi Yuldi Yusman di Kantor Dirjen Imigrasi mengatakan, korban yang ditargetkan masuk jebakan penipuan itu berasal dari negara Korea Selatan.

“Pelaku menghubungi calon korban dengan mengaku sebagai wanita muda, di situ mereka membangun hubungan emosional dengan mengirimkan pesan dan berkomunikasi secara intens,” kata Yuldi, Senin, 19 Januari 2026.

Setelah ada komunikasi, pelaku kemudian mengajak korban video call bernuansa seksual dan rekaman tersebut disimpan.

Kemudian, rekaman tersebut digunakan untuk memeras korban untuk mendapatkan sejumlah uang.

Kasubdit Pengawasan Ditjen Imigrasi Arief Eka Riyanto mengatakan kerugian per korban bisa mencapai satu sampai 2 juta won.

Selain mengungkap aksi love scamming, petugas juga menemukan pemalsuan identitas. Beberapa WNA yang diamankan memiliki dokumen identitas Indonesia seperti KTP, Kartu Keluarga dan ijazah yang diperoleh secara tidak sah.

“Ada pelaku yang overstay sejak 2018, untuk dokumen kami masih berkoordinasi instansi terkait untuk memverifikasi keasliannya,” kata Arief.

Dalam pengungkapan itu, Ditjen Imigrasi menyita barang bukti berupa ratusan unit telepon genggam, belasan laptop dan PC, monitor, serta perangkat jaringan yang digunakan untuk mendukung aksi kejahatan. (Thalib)