KORANJURI.COM – Komunitas para mantan pesepakbola, Mitra Devata menggelar acara Ulang Tahunya yang ke-7 di Villa Massas Ubud, Gianyar, Sabtu (15/1/2022) malam.
Turut hadir diacara tersebut selain anggota dan keluarga masing-masing, juga staf pelatih Persik Kediri, yakni Danilo Fernando (direktur teknik), Javier Leopoldo Roca (pelatih kepala), Budi Kurnia (pelatih fisik) dan Hermansyah (legenda kiper nasional / Persikabo).
Saat diberikan kesempatan memberi sepata dua kata didepan, Javier Roca mengaku sangat bangga berada bersama Mitra Devata yang dianggapnya adalah keluarga besarnya di Bali.
Disampaikannya bahwa setelah pensiun dari pesepakbola lalu memutuskan kembali ke Indonesia untuk memulai karir sebagai pelatih, Mitra Devata lah rumah baru yang menyambut dan menampungnya untuk berlatih menjaga kondisi dan berkumpul dengan teman-teman.
“Memang dari dulu saya punya ikatan emosional dengan Bali, karena sebagai pemain saya dirangkul disini, tepatnya ditahun kedua saya bermain disalah satu klub disini. Untuk itu ikatan emosional saya tentu sangat dekat dengan orang Bali, tanah Bali. Dan sewaktu saya balik lagi dari Chile, yang merangkul dan mengajak saya main lagi juga adalah Mitra Devata, khususnya almarhum Made Sonny Kawiarda. Dia itu seperti bapak saya, karena dia yang mengajak saya ke tim (Persegi),” ungkapnya.
Mantan pencetak gol terbanyak Piala Indonesia tahun 2005 ini pun berharap, agar Mitra Devata tetap lanjut menjaga kekeluargaan.
“Siapapun pemain yang datang dan pergi (semoga gak ada yang pergi ya), tetap sebagai keluarga, tetap kompak dengan kegiatan-kegiatan positif, seperti coaching clinic, acara sosial, merangkul pemain dll”tutur pelatih berusia 45 tahun ini.
Kesan yang sama juga disampaikan Danilo Fernando. Direktur Teknik Persik asal Brasil yang malang melintang di klub-klub besar Liga Indonesia ini menyatakan sangat berterima kasih dengan ajakan Mitra Devata untuk bermain di friendlymatch dan hadir di malam ulang tahunnya di Ubud.
“Saya dan teman-teman sebenarnya ada banyak urusan, tapi kami tinggalkan untuk hadir diacara yang sangat luar biasa ini. Acara seperti ini ditempat lain jarang ada komunitas-komunitas seperti ini. Kitapun di Kediri, kumpul dan main sekali lalu bubar.
Padahal acara seperti ini sangat dibutuhkan. Silahturahmi seperti inilah yang perlu kita jaga untuk tetap bisa bertemu. Harapan saya Mitra Devata ini terus berlanjut dan terus menjaga kekompakan,” ujar eks pemain Persebaya ini. (Yan Daulaka)





