KORANJURI.COM – Pada masa Pandemi, banyak perusahaan mengalami kolap, PHK, atau kemunduran nilai laba dan melepaskan Aset.
Namun PDAM Purworejo tetap bisa bertahan, bahkan bisa meningkatkan prestasi keuangannya.
Perusahaan milik Pemkab Purworejo ini, pada tahun 2019 berhasilkan membukukan asset Rp 33,9 milyar, pendapatan Rp 27,3 milyar, laba sebelum pajak Rp 4,1 milyar, dan deviden ke Pemda Rp 1,7 milyar.
Tahun 2020, terjadi peningkatan pada asset Rp 39, 8 milyar, pendapatan Rp 28, 2 milyar, laba sebelum pajak Rp 4,3 milyar, dan deviden ke pemda Rp 1,8 milyar.
Demikian diungkapkan Direktur PDAM Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, Rabu (28/04/2021) sore, dalam acara Ramah Tamah dan Buka Bersama dengan Pewarta Purworejo di RM Bogowonto.
“Sehingga PDAM mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Tim KAP Indarto,” jelas Hermawan.
Selain itu, terang Hermawan, dari penilaian Kementerian PUPR dan BPKP, dari 387 PDAM kota dan kabupaten seluruh Indonesia, dengan 4 parameter penilaian, meliputi aspek keuangan, aspek pelayanan, aspek operasi, dan aspek SDM, PDAM Purworejo dalam kategori Sehat dan naik rangking dari 106 (2017), 61 (2018), 58 (2019), dan 42 (2020).
“Kita juga mohon dukungannya, dalam waktu dekat ada pengembangan Jaringan Pelayanan di wilayah Purworejo Barat meliputi Kemiri, Pituruh, Butuh, Purworejo utara pengembangan pelayanan Kecamatan Bener dan Loano, Purworejo bagian timur Cangkrep, Ganggeng, Piji sampai ke Bagelen dan Purwodadi bagian Barat( Brondongrejo, Wangunrejo),” kata Hermawan.
Dalam acara yang juga dihadiri Wabup Purworejo Yuli Hastuti, Asisten 2, Kabag Perekonomian, dan segenap tamu undangan itu, juga ada penyerahan secara simbolis tali asih dari Direktur PDAM Purworejo ke Ketua Pewarta Purworejo, Edi Suryana. (Jon)





