Media Cetak Butuh Strategi Khusus Bertahan di Era Digital

    


Jajaran Pengurus Majalah DIDIK, Andy Poer (Lay Out/ Desain Grafis), Yoyok Hartoyo (Pemimpin Perusahan), Taufan Wahyudi (Wakil Pemimpin Umum), Panut JP (Redaktur), dan Herki Mahendra (Pemimpin Redaksi) saat meeting bersama membahas langkah kedepan demi moncernya Majalah DIDIK di Hotel Horison Inn, Jl. Teratai II Mangkubumen Solo, Jumat, (17/9/2021) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Media cetak perlu strategi khusus dalam  mempertahankan eksistensinya di era digital seperti saat ini. Kita tidak bisa mengelak dengan kehadiran teknologi yang semakin pesat, yakni dengan menghadirkan media online.

Akan tetapi, ada perbedaan antara berita di media online dan media cetak. Media online mengunggulkan kecepatan sehingga kejadian yang berlangsung harus diposting menjadi sebuah berita dalam hitungan menit bahkan detik.

Salah satunya adalah Majalah DIDIK. Media cetak yang mengemban misi dunia pendidikan ini mampu bertahan di era derasnya arus informasi yang serba digital. Majalah yang berkantor di dalam Kampus II AUB Jl. Mr Sartono 97, Nusukan Banjarsari Solo ini boleh dibilang media cetak tertua dan satu satunya di kota Bengawan.

Sudah 20 tahun lebih Majalah DIDIK menorehkan tinta emas mewarnai informasi tentang pendidikan di karesidenan Surakarta. Banyak sekolah, lembaga, maupun instansi yang berlanganan medianya para guru ini. Bahkan oplah Majalah DIDIK saat ini sudah mencapai ribuan.

Menurut Wakil Pemimpin Umum Majalah DIDIK Taufan Wahyudi, eksistensi majalahnya akan terus di kembangkan dengan terus meningkatkan berbagai kreasi serta terobosan baru agar tidak tertinggal oleh arus media digitalisasi.

“Kami akan terus membuat berbagai inovasi positif agar kedepan Majalah DIDIK menjadi ikon media pendidikan,” ujarnya.

Taufan mengatakan, media cetak dalam mempertahankan eksistensinya harus selalu memberikan ulasan berita secara lengkap dari berbagai sudut pandang dan mewawancarai lebih dari satu narasumber yang memiliki kredibilitas.

“Strategi lain dalam mempertahankan eksistensinya, media cetak juga harus mempertimbangkan desain layout dan gambar dibuat dengan menarik yang disesuaikan dengan pembacanya. Dengan desain yang menarik akan memberi daya tarik tersendiri bagi para pembacanya, itu adalah salah satu aspek yang dimiliki media cetak untuk tetap bertahan di era saat ini,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Pemimpin Perusahaan Majalah DIDIK, Yoyok Hartoyo. Ia mengatakan sudah menyiapkan strategi manajemen dan pemasaran khusus agar nantinya oplah semakin meningkat.

“Dapat dengan cara membangun jaringan (networking) dalam pemasaran, memelihara pelanggan dengan ikatan yang lebih personal untuk lebih memberikan kepuasan pelanggan, serta mengembangkan pasar baru pada segmen medianya. Taktik lainnya yaitu melakukan promosi baik untuk memperkokoh image, mempertahankan kredibilitas di depan para stakeholder (baik pembaca maupun permasang iklan),” ungkap Yoyok.

Yoyok lebih jauh menjelaskan selain manajemen dan pengaturan teknologi yang efektif dan efisien, perusahaan media harus tetap menjaga mutu redaksi dalam menghadapi persaingan antar media yang sama. Salah satunya yaitu petimbangan faktor pemilihan majalah bagi pembaca. Kenyamanan pembaca menjadi perhatian pertama dan utama bagi pembaca mulai dari ukuran kertas sampai jenis kertas.

Faktor kedua yaitu masalah harga yang perlu disesuaikan dengan persepsi kualitasisi majalah tersebut. Tata letak dan artistik majalah juga berpengaruh pada tertarikan pembaca terhadap majalah dengan memperhatikan peletakkan susunan berita serta kombinasi teks dan gambar. Visual dan tata letak akan menggiring pembaca untuk melihat isi dan konten majalah.

“Konten adalah yang utama dimana kualitas berita amatlah penting. Kualitas berita dapat dinilai dengan kedalaman suatu berita, kredibilitas, kelengkapan jenis berita dan gaya penulisan dalam membahas berita,” katanya.

Manajemen media cetak menurut Yoyok, bukan sekadar bagaimana memproduksi suatu berita, tetapi juga berkaitan dengan marketing, manajemen finansial dan kepercayaan dari masyarakat yang menjadi pembacanya.

Penting bagi suatu perusahaan media cetak untuk menjaga kepercayaan dan kedekatan dengan pelanggan atau pembacanya. Oleh karena itu perusahaan industri media cetak harus dapat membuka diri terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. (her/*)