KORANJURI.COM – Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu memiliki tugas melakukan pembinaan penyelenggaraan dan pengelolaan Posyandu di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan.
Dalam jangka panjang Pokjanal menyiapkan generasi emas 2045 terutama yang berkaitan dengan kesehatan gizi.
Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali drg. Ida Mahendra Jaya mengatakan, keberadaan program Posyandu selama ini mendukung pemerintah di bidang kesehatan masyarakat.
Hal ini nampak dari implementasi posyandu yang perlu dilakukan secara terintegrasi, berkesinambungan dengan harapan dapat memenuhi standar sesuai dengan pedoman yang berlaku.
“Posyandu berdiri secara integral berkesinambungan untuk memenuhi standar kesehatan,” kata Ida Mahendra Jaya dalam pembukaan Pokjanal Posyandu di Quest Hotel San Denpasar, Senin, 3 Juni 2024.
Ida Mahendra Jaya mengatakan, sesuai bidang ilmu yang ditekuni, salah satu bagian kesehatan yang perlu diperhatikan adalah terkait kesehatan gigi.
Perawatan gigi masuk dalam program Aku Hatinya PKK melalui pembinaan Desa Peduli Gigi (Deligi) untuk mendukung Bali Bebas Karies tahun 2030.
Data Riskesdas 2018 mencatat prevalensi karies terbesar terdapat pada kelompok usia 5 tahun (93,4%), 12 tahun (68,8%), 15 tahun (68.1%), 35-44 tahun (92,1%) dan usia 65-74 tahun (95,2%).
“Kader Posyandu saya harapkan mampu melakukan pemeriksaan sederhana karies dan memberikan edukasi tentang kesehatan gigi kepada pengunjung Posyandu,” kata Ida Mahendra Jaya.
Ia mengatakan, sejumlah penelitian mengungkap, karies gigi berdampak pada gangguan kunyah. Dengan begitu, asupan makanan terganggu selanjutnya akan berisiko terhadap anak.
“Bisa terkena masalah gizi dan juga stunting,” ujar Ida Mahendra Jaya. (Way)





