Lebaran Hari Kedua Kunjungan Wisatawan di Tanah Lot Naik Drastis

    


Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Kunjungan wisatawan ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot melonjak drastis saat libur panjang lebaran. Kebaikan jumlah pengunjung terjadi sejak Jumat (29/4/2022).

Dari pantauan di lokasi Selasa, 3 Mei 2022 sore, suasanaa tampak ramai. Kunjungan didominasi wisatawan domestik yang mayoritas berasal dari Pulau Jawa, khususnya Jakarta. Sementara itu, wisatawan asing tampak berbaur dengan domestik.

Para pedagang yang menggantungkan hidup dari kunjungan wisatawan ini pun terlihat optimis. Mengingat, objek wisata yang menawarkan panorama pura di atas batu karang dan terletak di tengah laut ini kembali menggeliat.

“Syukur ada sedikit-sedikit yang berbelanja,” kata pedagang Warung Arsa di lokasi parkir, Selasa (3/5/2022).

Dari pengakuan, para wisatawan mengaku sangat rindu mengunjungi pura Tanah Lot. Seorang pelancong dari Semarang Hermawan menuturkan, tujuan liburan ke Bali memang ingin mengunjungi Tanah Lot.

“Saya bersama keluarga besar ingin ke Tanah Lot untuk mengetahui seperti apa objek wisata ini setelah pandemi,” ujarnya.

Dia meyakini, pariwisata Bali sudah pulih. Dan Tanah Lota kata dia tetap mempesona untuk dikunjungi.

“Saya ke Bali pakai pesawat dan traveling sewa mobil. Saya di Bali selama enam hari, dari hari Senin sampai dengan hari Sabtu. Sebelum ke Tanah Lot saya juga sudah ke Ubud, Sanur, Seminyak, dan besok rencananya ke Kintamani, kemudian kita coba ke Karangasem,” tambah Hermawan.

Sementara itu, Asisten Manager DTW Tanah Lot I Putu Tony Wirawan mengatakan, kunjungan wisatawan terlihat sejak Jumat (29/4/2022) yang tercatat sebanyak 2.500 orang. Kemudian hari Sabtu 5 April naik menjadi 3.000 orang, 1 Mei naik 5.600, 2 Mei 7.700, dan hari ini mencapai 9.367 orang.

“Kunjungan didominasi domestik yang menghabiskan libur panjang ini,” ujarnya.

Kendati tak seramai seperti sebelum pandemi, kata Tony wisatawan asing mulai terlihat mengunjungi DTW tersebut. Mereka umumnya didominasi turis asal Australia, Malaysia, Singapura, dan juga India. Menurutnya, wisatawan asing cenderung stabil. Yakni berkisar 200 sampai dengan 300 orang per hari.

“Wisatawan asing asal Tiongkok dan Taiwan yang biasanya naik bus 4-5 rombongan belum ada yang datang,” ujar Tony. (Way)