Layangan Tak Diijinkan Mengangkasa Selama KTT AIS di Bali

oleh
Ilustrasi layangan yang tersangkut di tiang listrik

KORANJURI.COM – KTT AIS atau Archipelagic and Island States Forum akan berlangsung di Nusa Dua, Bali, 10-11 Oktober 2023.

Untuk memastikan tidak adanya potensi gangguan, Pemerintah Provinsi Bali meminta masyarakat tidak menaikkan layang-layang sepanjang pelaksanaan KTT AIS Forum.

Artikel Lain
Media Center KTT AIS 2023 di Nusa Dua Setara G20 dengan Fasilitas Super Lengkap

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, imbauan itu berlaku mulai 8 Oktober hingga 12 Oktober 2023.

“Selama periode yang ditetapkan itu tidak ada aktifitas menaikkan layang-layang, sehingga potensi gangguan listrik bisa kita minimalkan,” kata Dewa Indra, Jumat, 6 Oktober 2023.

Ia mengatakan, aturan untuk tidak menaikkan layang-layang itu berlaku di seluruh Bali. Menurutnya, kelistrikan di Bali berada dalam satu jaringan.

Infografis: Diskominfos Provinsi Bali
Infografis: Diskominfos Provinsi Bali

Jika gangguan kelistrikan terjadi di tempat lain, imbasnya juga akan terjadi di tempat penyelenggaraan KTT AIS di Nusa Dua.

“Maka dari itu, imbauan untuk tidak menaikkan layang-layang berlaku di seluruh Bali. Karena kita satu jaringan, Bali itu pulau kecil, jaringan listriknya berada dalam satu kesatuan,” kata Dewa Indra.

“Bisa saja di tempat acara tidak ada orang menaikan layang-layang, tapi di tempat lain ada, itu bisa mengganggu,” tambahnya.

Artikel Lain
Polri Turunkan 4.083 Kekuatan Amankan KTT AIS 2023 di Nusa Dua Bali

Larangan untuk tidak menaikkan layang-layang juga telah disampaikan kepada asosiasi layang-layang di Bali. Dari situ, sosialisasi diteruskan kepada para anggota asosiasi pecinta layangan di Bali.

Pemerintah Provinsi Bali juga meminta kepada kepala daerah untuk memangkas tanaman dan pohon yang berpotensi tumbang dan mengganggu jaringan kelistrikan saat KTT AIS Forum I di Bali.

Sementara, penutupan arus lalu lintas hanya dilakukan saat delegasi melintas. Secara keseluruhan dikatakan Dewa Made Indra, tidak ada penutupan arus lalu lintas secara permanen.

“Jadi masyarakat tetap dapat melakukan aktivitas secara normal, tidak terganggu apalagi terhenti,” kata Dewa Indra. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS