KORANJURI.COM – Selama pandemi covid-19, jumlah pengangguran di Bali meningkat 4,4%. Sebelumnya, angka pengangguran di Pulau Dewata hanya 1,2%.
“Pengaruh pandemi jauh lebih signifikan dibandingkan bom Bali dan isu erupsi Gunung Agung,” kata Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Sabtu, 5 Desember 2020.
Seperti diketahui pariwisata memberikan kontribusi 53% terhadap perekonomian Bali. Pemulihan pariwisata menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan segera. Tentu saja, kata Cok Ace, dengan tetap mempertimbangkan potensi peningkatan covid-19.
Sejumlah program pariwisata untuk mengembalikan kepercayaan dunia internasional dijalankan melalui beberapa skema. Diantaranya, program ‘We Love Bali’ sebagai kegiatan eksplorasi obyek wisata dengan mengkampanyekan protokol kesehatan.
Selain itu, Wagub menjelaskan, program sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environment (CHSE) menjadi persyaratan bagi operator wisata, perhotelan maupun akomodasi pariwisata, dalam membuka usahanya selama masa kelaziman baru.
Tidak hanya itu saja, protokol kesehatan CHSE juga wajib diterapkan di seluruh sektor pelayanan publik dengan menekankan pada faktor kebersihan, kesehatan, keamanan dan lingkungan.
“Tim Satgas Penanganan Covid-19 Bali berupaya menekan angka keterjangkitan baru dan mengendalikan jumlah kematian akibat covid-19, dan terus meningkatkan jumlah kesembuhan,” jelasnya.
“Kita berharap, Bali kembali mendapatkan trust sebagai destinasi wisata yang layak dikunjungi selama pandemi masih berlangsung,” tambahnya.
Sementara, Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Bali Trisno Nugroho menjelaskan, tahun 2021 sejumlah kegiatan infrastruktur akan di Bali. Pekerjaan infrastruktur berdampak cukup signifikan terhadap pergerakan ekonomi lain di sekitarnya.
Ada 4 jenis proyek infrastruktur di tahun 2021 mendatang yakni, proyek lanjutan pembangunan shortcut Singaraja-Mengwitani, pembangunan jalan tol sepanjang 95 km rute Denpasar-Jembrana.
Proyek tol itu menyerap anggaran Rp 14 trilyun yang ditargetkan rampung di tahun 2024. Kemudian, pembangunan Pelabuhan Segitiga Emas Sanur-Nusa Penida-Nusa Lembongan dengan anggaran Rp 450 milyar dan pembangunan Kawasan Suci Pura Besakih.
“Bank Indonesia akan turut serta membantu pemerintah dalam hal pemulihan perekonomian,” kata Trisno.
“Salah satunya, dengan mempromosikan kesiapan Bali dalam menyambut kedatangan wisatawan nusantara, sehingga perputaran ekonomi di Bali segera kembali normal,” tambahnya. (Way)





