KPAKA Desak Kejagung Revisi Tuntutan atas Kasus Penganiayaan Anak

    


Foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Puluhan massa wanita dari Komunitas Perempuan Anti Kekerasan Anak (KPAKA) menggelar aksi demo di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu (6/4/2022).

Dalam aksinya, mereka melakukan
mosi tidak percaya terhadap Jaksa Agung atas tuntutan hukuman 7 bulan dalam kasus penganiayaan anak. Kekerasan itu dilakukan oleh asisten rumah tangga yang disidangkan di PN Jakarta Selatan.

“Kami mendesak presiden Jokowi mencopot Jaksa Agung Burhanuddin, jika tidak bisa menyelesaikan persoalan tersebut,” kata Koordinator aksi Rina Supardi di Kejagung, Rabu (6/4/2022).

Ia meminta agar Jaksa Agung Burhanudin memerintahkan Jaksa Agung Muda Pidana Umum untuk segera melakukan eksaminasi khusus terkait penanganan perkara itu.

Dalam putusannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut 7 bulan penjara dan denda Rp 30 juta terhadap terdakwa Lia.

Menurutnya, Jaksa Agung sebagai Jaksa penuntut umum tertinggi harus melakukan revisi tuntutan yakni, dengan menuntut seberat beratnya pelaku.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Dian Wahyuni enggan berkomentar soal aksi demo terkait tuntutan 7 bulan penjara terhadap tersangka kekerasan anak Nindy Ayunda, Lia.

“Maaf saya sedang sidang, saya tidak mau berkomentar soal aksi demo tuntutan 7 bulan kekerasan anak,” kata Dian saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (6/4/2022).

Selain itu, Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedena belum bisa dihubungi terkait aksi demo dari KPAKA. (Bob)