KORANJURI.COM – SD Negeri 15 Dangin Puri di Jalan Letda Reta, Denpasar dan TK Indraprasta Kuta, mendapatkan anggaran revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Anggaran perbaikan yang diberikan untuk SDN 15 Dangin Puri sebesar Rp478.000.000 dan TK Indraprasta lebih dari Rp1 miliar karena mengalami kerusakan berat.
“TK Indraprasta bantuannya lebih besar dari yang di sini, lebih dari Rp1 miliar karena yang dikerjakan lebih banyak. Tahun ini, prioritasnya untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat,” kata Abdul Mu’ti di Denpasar, Jumat, 2 Oktober 2026.
Peningkatan program revitalisasi di Bali menjadi upaya pemerintah memperbaiki kualitas sarana pendidikan di berbagai daerah. Tahun 2025 di Bali ada 188 sekolah yang direhab.
Kemudian, pada 2026 revitalisasi di Provinsi Bali secara keseluruhan ada 401 sekolah.
Salah satu guru di SDN 15 Dangin Puri Ni Gusti Ayu Trisna Dewi mengatakan, sebelumnya, salah satu ruang kelas di lantai tiga pernah roboh karena hujan angin.
“Karena hujan angin, jadi airnya mungkin rembes dari atas, jadi roboh ruang kelas di lantai tiga,” kata Ayu.
Menurut Trisna, perubahan lingkungan belajar turut memengaruhi semangat murid. Mereka bahkan berinisiatif menghias kelas dengan hasil karya sendiri.
Bantuan rehab sarana dan prasarana pendidikan di SDN 15 Dangin Puri ini untuk memperbaiki 4 ruang kelas dan penataan halaman.
Berdiri 1975 Sering Terendam Banjir
Cerita berbeda datang dari TK Indraprasta Kuta yang berlokasi di Kabupaten Badung, Bali. Sekolah tersebut berdiri sejak 1975 dan pada 1989 pindah ke lokasi sekarang.
Sebelum mendapatkan program revitalisasi tahun 2026, bangunan sekolah mengalami kerusakan cukup parah. Atap bocor, dinding bangunan rapuh, serta kusen yang rusak akibat rayap dan banjir.
“Sebelum mendapatkan program revitalisasi tahun 2026 kondisinya cukup parah. Kami tidak pernah renovasi jadi banyak atap bocor, dinding juga sudah rapuh,” kata Kepala TK Indraprasta Kuta Wayan Leniasih di Kuta, Jumat, 2 Oktober 2026.
TK Indraprasta yang berlokasi di kawasan jantung wisata Kuta itu mendapatkan rehabilitasi 6 ruang kelas, 1 ruang admin, 1 toilet, dan penataan taman bermain yang sempat roboh karena banjir.
Leniasih mengungkapkan, banjir bisa terjadi dua kali dalam setahun sehingga memperburuk kondisi sekolah.
“Kami akan menjaga dan merawat fasilitas yang sudah diberikan berupa rehab beserta perabotannya. Kami sepakat, semua berkomitmen untuk menjaga dan merawat,” jelas Wayan Leniasih. (Way)





