Kapolres Purworejo Pastikan PSN Bendungan Bener Berjalan Sesuai Rencana

    


Kapolres Purworejo AKBP Fahrurozi, S.IK., M.Si - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kapolres Purworejo AKBP Fahrurozi, S.IK., M.Si memastikan, Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bener di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo akan berjalan sesuai dengan rencana. Pihaknya tidak hanya membantu menyelesaikan konflik horizontal yang terjadi masyarakat terdampak, tapi juga memastikan pekerjaan proyek tetap memperhatikan kualitas.

“Tugas utama kami tentu mengamankan obyek vital yang tengah dikerjakan. Soal pro dan kontra wajar dalam proses pembangunan, terlebih ini berkaitan dengan kasus agraria yang cukup seksi dilihat dari berbagai kepentingan,” tegas AKBP Fahrurozi saat beraudiensi dengan awak media yang bertugas di Kabupaten Purworejo di Ruang Rupattama, Kompleks Mapolres Purworejo, kemarin (03/11/2021).

Dijelaskan, PSN Bendungan Bener dikerjakan dengan perencanaan yang matang, mulai penyelenggara, pelaksana dan instansi-instansi yang terkait merupakan pihak-pihak yang terpilih untuk kapasitas pengerjaan PSN.

Sebagai bendungan tertinggi nomor dua di Asia Tenggara dan tertinggi di Indonesia, ujar Kapolres, tentunya tidak hanya mengejar kecepatan tetapi juga kualitas pengerjaannya. Sebab keamanan bendungan jelas paling utama dan semua sudah dihitung ahlinya.

Ditegaskan, ketika semua sudah dipetakan maka proses pengerjaan tentu tidak bisa sembarangan. Adapaun pro dan kontra dalam sebuah pembangunan, terlebih berkaitan dengan masalah agraria adalah hal yang wajar. Pihaknya juga terus berupaya membuka saluran komunikasi seluas-luasnya, semua boleh menyampaikan aspirasi asalkan sesuai dengan jalur atau aturan.

“Boleh menyampaikan aspirasi, gunakan jalur yang pas. Menolak atau keberatan misalnya, bisa melalui PTUN atau Ombusman. Bagi yang mendukung, mendorong atau membantu menyelesaikan permasalahan di lapangan melalui jalur yang pas maka kami berikan apresiasi. Semua kami lindungi, kami kawal, jangan sampai ada yang celaka atau dicelakakan,” tegasnya.

Menurutnya, Polres Purworejo berupaya menerapkan langkah terukur dalam menyelesaikan semua permasalahan di lapangan. Cara-cara humanis tetap dikedepankan. Patroli terus dilakukan, peran Bhabinkamtibmas dimaksimalkan. Semua dilakukan untuk menjamin tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau menyalahi hukum.

“Anggota saya bahkan saya bekali kamera yang terpasang di helm saat bertugas di lapangan. Jadi semua terekam, anggota juga tidak akan mungkin melakukan hal-hal di luar kewenangan, melepas arogansi, mereka juga diampingi Provos. Ketika ada warga sinis dengan kedatangan polisi itu wajar, sosialiasi harus terus dilakukan tanpa lelah, pahamkan bahwa bendungan ini adalah PSN dengan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Beberapa waktu sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bener, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), M. Yushar Yahya A menjelaskan, bendungan Bener ditarget selesai akhir 2023 mendatang.

Pengerjaan dilakukan dengan beberapa paket pekerjaan, Paket 1 Pembangunan Terowongan Pengelak (Diversion Tunnel), Paket 2 Pembangunan Saluran Pelimpah (Spillway), Paket 3 dan 4 yakni Timbunan dan Tubuh Bendungan.

“Pengerjaannya memang harus bertahap, pengerjaan paket ketiga dan keempat juga harus menunggu pengerjaan terowongan pengelak dan saluran pelimpah selesai. Sementara pengerjaan terowongan pengelak direncanakan selesai tahun 2022. Tahap paling awal memang membuat terowongan pengelak, setelah itu baru pengerjaan timbunan atau tubuh bendung. Nah target pengambilan material quarry juga di tahun 2022 bersamaan dengan pekerjaan paket ketiga dan keempat,” jelasnya.

Seperti diketahui, proyek pembangunan fisik atau konstruksi Bendungan Bener menelan anggaran Rp 3,8 T, belum termasuk uang ganti rugi atau pembebasan lahan. Bendungan ini memiliki ketinggian 169 meter dengan lebar tubuh bendung bagian atas 500 meter dan bagian bawah 150 meter. Elevasi (Ketinggian debit air,red) 359 meter diatas permukaan laut (Mdpl), material yang dibutuhkan sekitar 8,5 juta meter kubik dan diambilkan dari Desa Wadas.

Pengambilan material penyusun bendungan diambilkan dari desa Wadas sebab sudah sesuai dengan kajian ilmiah atau studi dan juga Izin Penetapan Lokasi (IPL). Secara teknis, material bersih yang dibutuhkan 8,5 juta meter kubik, sementara material yang diangkut dari Wadas karena masih dalam bentuk kotor atau campuran kemungkinan bisa mencapai 15 juta meter kubik. (Jon)