KORANJURI.COM – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri diwakili Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ade Ary, meminta maaf terhadap insiden pemukulan jurnalis foto LKBN Antara saat meliput demo di depan DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Saat berlangsung demonstrasi, Kapolda Asep Edi Suheri dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, berada di lokasi kerusuhan untuk memantau jalannya demonstrasi.
“Beliau menyayangkan kejadian yang dialami jurnalis foto Antara dan menyampaikan permohonan maaf resmi kepada pihak LKBN Antara dan korban pewarta foto saudara Bayu Pratama Syahputra,” kata Kombes Ade Ary, Rabu, 27 Agustus 2025.
Saat demonstrasi massa pembubaran DPR, Asep Edi Suheri sendiri secara resmi baru menduduki kursi Kapolda Metro Jaya kurang dari 24 jam.
Ade Ary mengatakan, sebelumnya Kapolda memerintahkan agar tidak ada pemukulan terhadap pendemo dan wartawan yang sedang bertugas.
Namun, situasi di lapangan berubah dengan cepat dan terjadi bentrokan antara pendemo dan aparat kepolisian yang bertugas melakukan pengamanan. Hingga, menyebabkan insiden pemukulan terhadap jurnalis.
Pihak kepolisian mencatat, pada unjuk rasa Senin (25/8/2025), ada 351 pemrotes kebijakan diamankan. 196 di antaranya masih kategori anak-anak dan dipulangkan ke keluarga.
Sedangkan, 155 orang dewasa sampai saat ini masih menjalani pemeriksaan. Aksi lanjutan juga bakal digelar pada Kamis, 28 Agustus 2025. Pada aksi itu massa buruh akan kembali mengepung gedung DPR/MPR.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri berharap, pada aksi unjuk rasa massa buruh tidak lagi terjadi bentrokan.
“Mudah-mudahan demo besok berjalan tertib, aman dan damai ya,” jawab Irjen Pol. Asep Edi Suheri singkat. (Thalib)





