Kampung Tertib Lalu Lintas Desa Sidomulyo Dinilai Tim Polda Jateng

oleh
Tim penilai Lomba Kampung Tertib Lalu Lintas dari Ditlantas Polda Jateng, yang diketuai Kompol Bero Suprihatin, saat meninjau Kampung Tertib Lalu Lintas di Desa Sidomulyo, Purworejo, Senin (16/9) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Desa Sidomulyo, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, yang selama ini ditetapkan sebagai Kampung Tertib Lalu Lintas, mendapat penilaian dari tim penilai Lomba Kampung Tertib Lalu Lintas dari Ditlantas Polda Jateng, Senin (16/9).

Tim yang beranggotakan beberapa personil ini, diketuai oleh Kompol Bero Suprihatin, yang sehari-harinya menjabat sebagai Kasi Dikmas Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jateng. Kedatangan tim penilai ini, diterima oleh Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Taufani, di balai desa setempat.

“Kedatangan tim penilai ini, dalam rangka Lomba Kampung Tertib Lalu Lintas tingkat Polda Jateng, untuk memeriahkan HUT Lalu Lintas ke 64,” jelas Andis.

Dipilihnya Desa Sidomulyo sebagai Kampung Tertib Lalu Lintas, kata Andis, karena sosiologis masyarakatnya mudah untuk ditertibkan, dan kesadaran masyarakat desa ini akan ketertiban berlalulintas cukup tinggi.

“Setelah ditetapkan setahun lalu sebagai Kampung Tertib Lalu Lintas, banyak kemajuan di desa ini. Desa ini menjadi contoh, sehingga nantinya kita akan membentuk Kampung Tertib Lalu Lintas di desa-desa lain, sehingga seluruh wilayah Purworejo menjadi tertib berlalulintas,” harap Wakapolres Purworejo.

Dalam kesempatan tersebut, tim penilai sempat meninjau berbagai fasilitas yang dimiliki Desa Sidomulyo, sebagai Kampung Tertib Lalu Lintas, seperti tempat baca, safety riding, ruang edukasi dan konsolidasi, balai Kampung Tertib Lalu Lintas, papan-papan himbauan, dan juga gapura, yang juga menjadi bagian dari penilaian.

Menurut Bero Suprihatin, banyak peningkatan di Desa Sidomulyo, setelah dijadikan Kampung Tertib Lalu Lintas, khususnya jalan, yang dilengkapi dengan marka, rambu-rambu, papan-papan himbauan, yang ada kaitannya dengan keselamatan berlalulintas.

Yang menjadi penilaian, jelas Bero Suprihatin, diutamakan penilaian secara kasat mata, tentang jalan, marka, rambu-rambu, papan himbauan. Tak kalah pentingnya, juga penilaian selama setahun terakhir, seberapa banyak terjadinya pelanggaran di wilayah ini.

“Perlu ditingkatkan kerjasamanya antara kepolisian, muspika dan masyarakat. Masyarakat paling tidak bisa untuk menjadi contoh bagi diri sendiri maupun orang lain, di bidang keselamatan berlalulintas,” pesan Bero Suprihatin. (Jon)