Jadikan Pemilih Cerdas, Puluhan Siswa SMK TKM Purworejo Ikuti Pendidikan Politik

oleh
Kegiatan 'Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Calon Pemilih Pemula' di SMK TKM Purworejo, Jum'at (27/10/2023) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bekerjasama sama dengan Kantor Kesbangpol, SMK TKM Purworejo menggelar kegiatan ‘Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Calon Pemilih Pemula’. Diikuti sekitar 80 an perwakilan siswa, kegiatan pendidikan politik ini menghadirkan beberapa narasumber.

Dari Kantor Kesbangpol hadir sebagai narasumber Muh Jumali, SIP, MM, Kabid Poldagri dan Ormas, yang didampingi Nuri Fananto SIP, Analisis Ormas di Poldagri. Kegiatan juga dihadiri Purwaningsih SE, Kasi Pemberdayaan Kecamatan Purworejo.

Narasumber lainnya, Moharomah SH, dari komisi I DPRD Kabupaten Purworejo yang memberikan materi tentang tupoksi DPRD. Widya Astuti, SS, MPar, komisioner KPU, memberikan materi tentang tahapan pemilihan. Arbaah Mintaraga dari LSM Surya Mentari Semesta, menyampaikan materi tentang peserta pemilu yang cerdas.

Dalam arahannya saat pembukaan sosialisasi, Muh Jumali menyebut, bahwa tanggal 14 Februari 2024 selain sebagai Hari Kasih Sayang juga sebagai Hari Kasih Suara. Menurut Jumali, saat ini para peserta sosialisasi menjadi pemilih. Tapi lima atau sepuluh tahun mendatang bisa menjadi pemilih dan dipilih. Mereka ini, calon-calon pemimpin masa depan.

“Bahwa pendidikan politik merupakan hal penting. Keterkaitannya pendidikan politik dengan peluang kerja, bahwa apabila tingkat partisipasi pemilih yang hadir dalam pemilu semakin naik, indeks demokrasi akan naik,” ujar Jumali.

Keterkaitannya, menurut Jumali, apabila indeks demokrasi naik, investor-investor akan senang datang ke Indonesia karena integritasnya tinggi. Dengan banyak investor masuk, berarti peluang kerja makin banyak.

Ketua Majelis Cabang Taman Siswa Purworejo Ki Gandung Ngadina, SPd, MPd, dalam kesempatan tersebut menjelaskan, hebatnya suatu bangsa karena sumber daya. Sumber daya manusia hebat yang mencetak hanya sekolah baik formal ataupun informal.

“Dalam ajaran Ki Hajar Dewantara, ada yang namanya Tri Pusat Pendidikan, yaitu sekolah, keluarga dan masyarakat. Dan kegiatan ini merupakan bentuk atau wujud dari pemikiran Ki Hajar Tentang Tri Pusat Pendidikan, dalam hal ini dari masyarakat (kesbangpol),” ujar Ki Gandung.

Kepala SMK TKM Purworejo Ki Joko Purwo Setyono, ST, MPd, mengungkapkan, bahwa siswa di sekolahnya yang sudah memiliki hak pilih di pemilu 2024 mencapai 700 an, dari kelas xI dan XII.

“Dengan penyampaian materi dari beberapa narasumber, harapannya anak-anak kami bisa menjadi pemilih pemula yang cerdas, dalam arti, tidak terpengaruh dengan iming-iming dalam menentukan pilihannya. Jangan sampai karena beda pilihan, hubungan dengan teman atau keluarga tidak harmonis,” pesan Ki Joko. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS