Hebat, Siswa SMAN 2 Purworejo Raih Juara OSN Tingkat Nasional

oleh
Rhafi Sukma Zaskyanto, siswa kelas XII MIPA 2 SMAN 2 Purworejo yang berhasil meraih medali perak dalam OSN tingkat nasional tahun 2023 pada bidang Astronomi dan meraih The Best Observation pada bidang Astronomi - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Rhafi Sukma Zaskyanto, siswa kelas XII MIPA 2 SMAN 2 Purworejo berhasil meraih medali perak dalam OSN (Olimpiade Sains Nasional) tingkat nasional tahun 2023 pada bidang Astronomi. Rhafi juga meraih The Best Observation pada bidang Astronomi.

Dalam ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia pada 28 Agustus hingga 2 September 2023 di Bogor ini, Rhafi harus bersaing dengan para peserta dari seluruh Indonesia.

Menurut Kepala SMAN 2 Purworejo, Dra Fitarini, M.Si., sepanjang yang dia tahu, baru kali ini dari SMAN 2 Purworejo berhasil meraih juara dalam OSN tingkat nasional. Anak pertama pasangan Suradi-Erawati warga Wareng, Kecamatan Butuh ini berhasil menorehkan sejarah OSN SMAN 2 Purworejo.

“Pada OSN tahun lalu, Rhafi juga maju hingga ke tingkat nasional, namun belum berhasil meraih juara,” ungkap Fita, Senin (04/09/2023).

Dengan prestasi ini, Fita menilai, sekeras-kerasnya usaha sekolah tanpa mendapatkan input dari anak yang memang luar biasa, totalitasnya, punya visi yang jelas, punya tujuan yang jelas, punya mimpi yang jelas, kerja keras tanpa menyerah, orangtua juga mensuport, nggak mungkin bisa meraih prestasi setinggi ini.

Diceritakan, pada seleksi awal OSN tingkat Kabupaten Purworejo, dari SMAN 2 Purworejo mengirimkan 45 siswa untuk 9 mapel dalam OSN, yakni,
Matematika, Ekonomi, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Kebumian, TIK dan Geografi.

“Dari jumlah tersebut, 10 diantaranya lolos hingga ke tingkat provinsi pada mapel Matematika, Astronomi, Kebumian, TIK dan Geografi. Namun yang berhasil lolos ke tingkat nasional hanya Rhafi,” jelas Fita.

Dia menjelaskan, dalam standar penyiapan sekolah, anak kelas X wajib mengikuti TPA (Test Potensi Akademik). Dalam hal ini sekolah bekerjasama dengan psikolog. Dengan TPA ini akan terungkap potensi anak, tidak dari IQ saja, tetapi bakat minat, data juang, cita-cita

Karena, menurut Fita, tidak hanya IQ saja yang tinggi tetapi anak harus memiliki daya juang, dan memilki cita-cita yang sinkron dengan kompetensi bakat minat yang dimiliki.

“Itu sebagai dasar sekolah untuk memilih siswa maju OSN. Dari OSN kemarin yang dipersiapkan anak yang IQ nya minimal 120. Setelah melalui seleksi, akhirnya terpilih 45 siswa,” terang Fita.

Dalam pembimbingan OSN ini, pihak sekolah menggandeng pihak ketiga dari Koja Yogyakarta. Dipilihnya Koja sebagai pembimbing, karena para para pelatihnya semua medalis, para juara OSN nasional maupun internasional.

“Ternyata kami bisa mencapai prestasi. Hanya kemudian dibutuhkan kerja keras, kesadaran dan komitmen bersama. Hal ini terkait dengan budaya sekolah,” ujar Fita.

Dalam MPLS, sebut Fita, dari sekolah selalu menekankan pada penguatan Social Emotional Learning untuk memahamkan siswa, membangun kesadaran dirinya, manajemen dirinya, sosialnya, kecerdasan emosionalnya supaya dia paham, dirinya sebagai apa, posisinya apa, dia harus bagaimana, serta kontribusinya apa terhadap institusi ini. Dia punya bakat minat apa, cita-cita apa, kemudian apa yang bisa dia bangun

“Harapannya, karena ini merupakan motivasi untuk bangkit dan maju, mari kita eratkan, semua bergandeng tangan dari anak, guru karyawan, kepala sekolah dan orangtua, bekerja bersama membangun komitmen bersama untuk mencapai sebuah visi, yakni, mewujudkan individu yang beriman dan bertakwa, berkarakter unggul, berprestasi dan berbudaya lingkungan,” pungkas Fita. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS