KORANJURI.COM – Syahbandar Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Kartono mengatakan, groundbreaking direncanakan dimulai pada minggu ketiga Agustus 2026.
Kartono menambahkan, sesuai dengan rencana kontrak pembangunan PPN Pengambengan dilakukan di akhir bulan Juli 2026.
“Timeline untuk memindahkan kapal ikan di Pelabuhan Benoa dilakukan di 2027, seiring dengan fasilitas yang terbangun, sehingga di akhir 2028 harapannya seluruhnya sudah pindah ke pengambengan,” kata Kartono di Denpasar, Selasa, 21 Juli 2026.
Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan akan merelokasi aktifitas kapal ikan di Pelabuhan Benoa ke wilayah Pengambengan, Kabupaten Jembrana.
Proyek strategis nasional senilai Rp1,2 triliun itu dibangun di atas lahan seluas 85 hektar. Kartono mengatakan, kondisi lahan eksisting sekarang seluas 14 hektar dan akan diperluas menjadi 49 hektar.
Sarana pendukung di PPN Pengambengan mencakup tempat pengolahan perikanan tangkap, cold storage, dermaga, docking, sentra kuliner hingga pasar moderen.
Pelabuhan perikanan itu dirancang sebagai eco fishing port yang moderen, ramah lingkungan, dan terintegrasi dengan koperasi, pelatihan SDM, keterlibatan UMKM serta sistem digital.
Tahapan yang dilakukan saat ini yakni, pendataan kapal perikanan yang beroperasi di pelabuhan Benoa dan menyusun sistem monitoring.
Percepatan relokasi kapal perikanan yang tidak melakukan kegiatan bongkar muat ikan di dermaga atau kolam pelabuhan Benoa.
Serta, percepatan pembangunan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan sebagai tempat relokasi kapal perikanan. (Way)
