Gibran-Teguh Diingatkan Tak Meninggalkan Seni dan Budaya Solo

    


Panggung seni dan budaya yang digelar oleh masyarakat Kampung Sumber, Banjarsari, Solo. Panggung kesenian itu sebagai bentuk suara para seniman, budayawan maupun pegiat seni lainnya, untuk mengingatkan paslon Gibran-Teguh tetap menjaga dan mengembangkan tradisi yang ada - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Posko Gibran-Teguh di Kampung Sumber, Banjarsari Solo menggelar pertunjukan seni secara langsung bersama pegiat budaya dan kesenian di kota Bengawan.

Panggung seni itu bukan hanya diisi oleh penampilan para seniman. Tapi juga oleh komunitas penggemar sepeda tua, maupun kuliner khas kota Solo.

Koordinator Relawan Solo Hebat Maria Magdalena menekankan, kegiatan tersebut untuk mengingatkan bahwa seni, budaya dan tradisi menjadi nadi kehidupan Kota Solo.

Eksistensi budaya itu harus menjadi bagian tata pemerintahan Kota Solo jika kelak, pasangan calon Gibran-Teguh mengisi tampuk kepemimpinan di Kampung halaman presiden Jokowi itu.

“Nilai-nilai budaya terus dikumandangkan oleh pasangan calon Gibran-Teguh, agar nilai seni dam budaya terus maju dan modern. Sehingga tidak hanya dikenal secara nasional tapi juga internasional,” kata Maria Magdalena, Rabu (2/9/2020).

Dalam masa masih pandemi covid-19, seniman, budayawan dan penampil lainnya tetap mengenakan masker dan penutup wajah. Protap itu menjadi bagian dari konsep prokes seni pertunjukan dan seni panggung secara live.

Normal baru pertunjukan seni juga diikuti oleh pengaturan jarak fisik pengunjung atau penonton. (Way)