Gandeng Dinperintransnaker, SMK Kesehatan Purworejo Gelar Workshop Tracer Study

oleh
Narasumber Veny Yudha Apriyani, S.ST, M.H., Kabid Tenaga kerja dan Transmigrasi dari Dinperintransnaker Kabupaten Purworejo, foto bersama dengan peserta workshop Tracer Study, Senin (23/10/2023) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bekerjasama dengan Dinperintransnaker Kabupaten Purworejo, SMK Kesehatan Purworejo menggelar Workshop Tracer Study yang merupakan program dari SMK Pusat Keunggulan.

Menghadirkan narasumber Veny Yudha Apriyani, S.ST, M.H., Kabid Tenaga kerja dan Transmigrasi dari Dinperintransnaker Kabupaten Purworejo, workshop berlangsung selama dua hari, dari Senin (23/10/2023) hingga Selasa (24/10/2023).

Dibuka oleh Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, S.Sos., M.Pd., workshop diikuti oleh siswa kelas XII untuk hari pertama dan alumni di hari kedua.

Nuryadin berharap, dengan adanya kegiatan ini akan menambah peluang siswa yang ingin langsung bekerja. Karena salah satu indikator keberhasilan SMK, lulusan sekolahnya itu langsung diterima bekerja di dunia kerja atau dunia industri.

“SMK Kesehatan Purworejo kedepan, meski sudah banyak yang terserap di dunia kerja pasca lulus sekolah, dengan adanya workshop ini nantinya akan lebih diperbanyak lagi yang bisa terserap di dunia kerja, atau bahkan sebelum lulus sudah dipesan oleh perusahaan,” harap Nuryadin.

Dengan adanya tracer study ini yang merupakan bagian dari program SMK PK tahun 2023, kata Nuryadin, akan lebih mengoptimalkan lagi gerakan BKK (Bursa Kerja Khusus) SMK Kesehatan Purworejo dalam melayani anak-anak untuk bisa langsung bekerja sesuai harapan atau kompetensi mereka.

“Saya berharap kerjasama dengan Dinperintransnaker tidak hanya dalam Tracer Study ini saja, tapi juga kegiatan-kegiatan lain berkaitan dengan informasi peluang pekerjaan baik di dalam maupun luar negeri,” kata Nuryadin.

Veny menjelaskan, workshop tersebut dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman kepada siswa kaitannya dengan Tracer Study serta program penempatan alumni, karena itu penting. Menurutnya, selama ini, perhatian siswa atau alumni terhadap laporan penempatan mereka pasca lulus masih sedikit atau belum maksimal.

“Harapannya siswa setelah lulus melaporkan, apa yang mereka lakukan, bekerja atau kuliah,” kata Veny.

Pelaporan ini, jelas Veny, nantinya untuk keperluan sekolah juga. Karena ketika SMK berkelanjutannya atau keterserapannya baik di universitas atau dunia industri tercatat, terukurnya keberhasilan sekolah di situ.

Kenapa Dinperintransnaker hadir disini, ujar Veny, itu karena kaitannya dengan program SMK Pusat Keunggulan.

“Untuk mensinergikan, nantinya keterserapan kebekerjaan dan melanjutkan atau wirausaha itu, yang selama ini mungkin tugas penempatan tenaga kerja di Dinperintransnaker, dengan ini kita bisa mengawalnya dari BKK yang ada di SMK agar pendampingan ke siswa dalam menyalurkan minat bakat, siswa bekerja, kuliah atau wirausaha lebih optimal,” pungkas Veny, di sela kegiatan. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS