Fase Tanam Petani di Selemadeg Timur Terkendala Sumber Air, Pemprov Bali Gelontor Bantuan

oleh
Gerakan tanam jagung dan penyerahan bantuan sarana prasarana pertanian kepada Kelompok Subak Lanyah Delod Jalan, Selemadeg Timur, Tabanan - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Tanam jagung dijadikan sebuah gerakan yang dilakukan secara masif untuk menahan laju inflasi di Bali.

Kelompok Subak Lanyah Delod Jalan, Selemadeg Timur, Tabanan, menggarap lahan persawahan seluas 220 hektar. Di situ ada 350 petani penggarap.

Namun, persoalan krusial yang dihadapi petani adalah soal sumber air. Sebab, hampir semua kawasan sawah di Subak Lanyah Delod Jalan adalah sawah tadah hujan.

Kondisi itu membutuhkan sumber air baru yang bisa dilakukan dengan sumur bor dan sarana irigasi. Sehingga fase tanam akan meningkat sepanjang tahun.

“Karena mengandalkan hujan, kami hanya bisa bertanam padi satu kali setahun dan jagung satu kali setahun,” kata Pekaseh Kelompok Subak Lanyah Delod Jalan Agung Made Sukawatan, Sabtu (8/6/2024).

Sekretaris Daerah Dewa Made Indra mengatakan, situasi yang dihadapi pada petani diupayakan dengan membantu menyelesaikan persoalan yang ada.

Pemerintah bersama lembaga yang ada di Bali berusaha memberikan sokongan untuk sektor pertanian. Khususnya di Kabupaten Tabanan sebagai lumbung padinya di provinsi Bali.

“Kita komitmen bersama untuk menjaga dan mempertahankan areal sawah dan mudah-mudahan alih fungsinya tidak bertambah lagi,” kata Dewa Indra.

Dirinya berharap, masyarakat petani di Bali tetap punya semangat menggiatkan kegiatan pertanian, sekaligus menjaga lahan agar tak beralih fungsi.

Dalam pertemuan itu, pemprov Bali menyerahkan bantuan traktor roda 2, pompa air, pupuk organik, bibit padi inbrida, bibit padi kaya gizi dan bibit jagung, kepada perwakilan kelompok petani di Kabupaten Tabanan. (Way)