KORANJURI.COM – Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri meminta maaf kepada masyarakat atas kelangkaan BBM yang terjadi dalam sepekan terakhir di Bali.
Dalam konferensi pers usai rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia dan Gubernur Bali Wayan Koster, Simon mengaku telah melakukan evaluasi dan akan melakukan upaya terbaik.
“Terima kasih atas pengertian, kesabaran dan dukungan yang diberikan oleh masyarakat Bali kepada Pertamina,” kata Simon di Depot Sanggaran Denpasar, Senin, 19 Oktober 2026.
“Saya atas nama Pertamina Grup sebagai Direktur Utama, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” tambah Simon Mantiri.
Simon juga berjanji akan berkomitmen untuk tidak mengulangi kejadian yang menyebabkan kelangkaan BBM di Bali. Dia menambahkan, Pertamina akan memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat Bali dan masyarakat Indonesia.
Ia meyakini, kebutuhan energi merupakan denyut nadi perekonomian yang mendukung sektor pariwisata di Pulau Bali. Termasuk, kebutuhan vital UMKM dan aktifitas ekonomi lainnya.
Dalam pernyataannya, Simon memastikan ke depan pelayanan akan dilakukan dengan baik.
Sementara, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, skema ganjil-genap pembelian di SPBU tetap akan diperpanjang hingga 23 Oktober 2026.
“Paling utama adalah memastikan stoknya tersedia. Tapi hari ini situasinya sudah normal, sudah bagus,” kata Koster. (Way)
