KORANJURI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster memenuhi undangan Secretariat Climate Group di London. Event yang digelar oleh London Climate Action itu digelar pada 20-24 Juni 2026.
Pada sesi pertemuan dengan manajemen BIFFA dan Packaging PRO Appointed to Deliver Extended Producer Responsibility for Packaging Scheme (PACK UK), Koster menyampaikan pemberlakuan kebijakan untuk industri yang mengeluarkan produk kemasan penghasil sampah.
Menurutnya, Pemerintah Daerah Bali sudah menyiapkan kajian awal untuk menyusun rancangan Peraturan Daerah tentang tanggungjawab tambahan kepada produsen.
Extended Producer Responsibility (EPR) itu menjadi kebijakan lingkungan yang mewajibkan produsen bertanggung jawab atas seluruh siklus hidup produk mereka.
“Ranperda ini belum bisa diselesaikan, karena masih menunggu selesainya Rancangan Peraturan Presiden yang tengah disiapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah,” kata Koster dalam pernyataan melalui rilis di London.
“Rancangan Perda tentang EPR ini akan segera diproses, finalisasi menunggu terbitnya Perpres, dan Bali siap menjadi percontohan penerapan EPR,” tambahnya.
Gaungkan Bali Energi Bersih
Sistem transportasi di Kota London juga menjadi model studi yang dicermati untuk diterapkan di Bali. Dalam hal ini, Bali memiliki inisiatif dalam mengembangkan sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pertemuan dengan PricewaterhouseCoopers (PwC) dan Transport for London itu untuk bertukar pandangan mengenai model tata kelola, mekanisme pembiayaan, serta pengembangan mobilitas perkotaan.
Selama ini, Bali telah punya program tentang Bali Energi Bersih yang diatur melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019.
Serta, Kendaraan Bermotor Listrik berbasis Baterai yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019, yang merupakan transportasi ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Kebijakan ramah lingkungan dan berkelajutan ini merupakan implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, berbasis nilai kearifan lokal Sad Kerthi,” jelasnya.
Kedutaan Besar Inggris memahami, Bali telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam mendukung agenda transisi hijau di Indonesia.
Pulau Dewata menjadi daerah percontohan untuk pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan. Bali menjaga ambisi mencapai target Net Zero Emission lebih awal dibandingkan target nasional.
Tujuan itu menyitaperhatian internasional, dan kehadiran Bali pada forum internasional itu memberikan kontribusi berharga. (Way)
