Denpasar Tertinggi Angka HIV di Bali

    


Foto: Ilustrasi

KORANJURI.COM – Kota Denpasar menduduki peringkat pertama angka HIV/AIDS di Bali. Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, selama kurun waktu tiga dasawarsa terakhir, tercatat 12.894 orang terinfeksi virus HIV.

Jumlah itu terdiri dari 8.063 laki-laki dan 4.831 perempuan. Sedangkan di Kabupaten Badung sebanyak 3.125 orang, terdiri dari 2.135 laki-laki dan 990 perempuan.

Sementara, jumlah total jumlah di Bali terinfeksi HIV, dari tahun 1987 hingga September 2020, sebanyak 14.990 laki-laki dan 9.003 perempuan. Tahun 1987 mengacu pada pertama kali kasus HIV/AIDS ditemukan di Bali.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengaku, angka HIV di Bali selalu bertambah setiap hari. Menurut Kadis, hal itu kembali lagi pada fenomena gunung es. Seiring masifnya sosialisasi dan pencegahan, akan semakin banyak ditemukan kasus baru.

“Karena upaya kita dibarengi dengan pemeriksaan, jadi semakin diketahui. Langkah ini untuk membongkar gunung es itu tadi,” kata Suarjaya, Selasa, 1 Desember 2020.

Dijelaskan lagi, semakin banyak ditemukan pengidap HIV baru, diharap akan ada perubahan perilaku dari orang yang terinfeksi, kemudian menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, ketidaktahuan orang dengan HIV/AIDS, kata Suarjaya, justru berpotensi menularkan kepada orang lain.

Suarjaya berharap, tidak ada lagi stigma dan diskriminasi di masyarakat terhadap penderita HIV/AIDS. Seperti diketahui, virus HIV tidak bisa langsung terlihat meski telah menginfeksi di tubuh seseorang.

“Akan butuh waktu setidaknya 3 tahun, jadi selama itu pula berpotensi menularkan ke yang lain,” kata Suarjaya.

Upaya pencegahan HIV, diakui Suarjaya, juga terkendali oleh layanan kesehatan yang belum tersedia secara komprehensif, berkesinambungan dan keterbatasan anggaran. (Way)