Dari Kutoarjo ke TMII Jakarta, UMKM Purworejo ‘Go Global’ di Festiku 2026

oleh
Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH saat membuka kegiatan Festiku 2026 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Aroma khas kuliner lokal dan deretan produk kreatif khas Purworejo mendadak “pindah” ke jantung ibu kota. Gedung Pewayangan Kautaman, TMII Jakarta, menjadi saksi bisu transformasi besar dalam gelaran Festival Kutoarjo (Festiku) 2026 yang berlangsung meriah pada Minggu (19/04/2026).

Bukan sekadar ajang temu kangen diaspora, Festiku 2026 membawa misi ambisius: membawa produk lokal Kutoarjo dan sekitarnya menembus pasar dunia melalui kekuatan digital.

Diinisiasi oleh Paguyuban Wong Thorjo (Pakutho), festival ini sukses menyatukan 40 pelaku UMKM unggulan dari 16 kecamatan se-Kabupaten Purworejo.

Mengusung semangat “Go Digital, Go Global”, Festiku 2026 menjadi ajang promosi, edukasi, silaturahmi dan kolaborasi Wong Thorjo lintas generasi.

Dua tonggak sejarah baru pun tercipta dalam acara ini, yakni peluncuran Website Pakutho, Platform digital khusus untuk mempromosikan produk anggota secara global serta kerja sama resmi antara Pakutho dan Forum UMKM Kabupaten Purworejo untuk pengembangan usaha berkelanjutan.

Bupati Purworejo, Yuli Hastuti SH, yang hadir langsung membuka kegiatan memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi ini. Beliau menegaskan bahwa Festiku bukan lagi sekadar halalbihalal biasa, melainkan motor penggerak ekonomi daerah.

“Festival ini adalah momentum penting untuk mengenalkan produk unggulan kita sekaligus memperkuat identitas budaya. Inisiatif digital dari Wong Thorjo adalah langkah konkret agar UMKM kita naik kelas,” ujar Bupati Yuli Hastuti.

Ketua Pakutho, Pratomo Setyohadi, menceritakan bahwa perjalanan Festiku dimulai dari acara halalbihalal sederhana sejak tahun 2008. Kini, di tahun 2026, kegiatan tersebut telah bertransformasi menjadi festival ekonomi kreatif yang modern.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Forum UMKM Kabupaten Purworejo, Hesti Respati Ningsih, optimis bahwa kolaborasi ini akan membuka pintu akses pasar yang lebih luas bagi para perajin dan pengusaha lokal.

Melalui Festiku 2026 di TMII Jakarta, masyarakat perantauan asal Kutoarjo tidak hanya pulang membawa rindu, tapi jlluga pulang membawa komitmen untuk menjadi “duta produk lokal” di manapun mereka berada.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan UMKM tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi juga mampu dikenal dan dipercaya di pasar yang lebih luas,” jelas Hesti. (Jon)