Catat! Ini Disclaimer Bali Tourism Run Jatiluwih, Peserta Dilarang Petik Padi

oleh
Kepala Pengelola DTW Jatiluwih John Ketut Purna - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bali Tourism Run menuju seabad pariwisata Bali siap digelar di daerah tujuan wisata (DTW) Jatiluwih, Desa Penebel, Kabupaten Tabanan pada Minggu, 21 Juni 2026.

Dengan target 2.000 pelari, ada do’s and don’ts yang wajib ditaati oleh para peserta. Mengingat, lokasi persawahan Jatiluwih merupakan situs warisan budaya dunia UNESCO yang wajib dijaga.

Kepala Pengelola DTW Jatiluwih John Ketut Purna mengatakan, pihaknya menerapkan aturan ketat yang harus diindahkan oleh pelari.

“Yang tidak boleh dilakukan oleh peserta itu, berjalan di pematang sawah dalam rombongan berjumlah besar. Karena itu yang sering merusak,” kata John Purna saat event BBTF di Badung, Sabtu, 30 Mei 2026.

Hal lain yang wajib diikuti oleh para pelari yakni, tidak boleh memetik padi di sepanjang rute yang dilewati. Dikatakan, saat ini persawahan di Jatiluwih tengah memasuki masa panen dan banyak petani yang beraktifitas.

Peringatan resmi itu akan disampaikan kepada peserta saat pengambilan race pack. Event wisata olahraga itu mengambil start dari Museum UNESCO dan akan berakhir di lokasi yang sama. Dengan satu kategori rute berjarak 5K.

“Saat pelaksanaan Bali Tourism Run nanti memang padi sedang menguning dan pemandangannya bagus, tapi kita harus memberikan disclaimer untuk peserta,” jelas John Purna.

Sebagai perayaan menyambut seabad pariwisata Bali, event fun run yang digelar Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali itu, juga untuk mendongkrak kunjungan wisata.

John mengatakan, konflik geopolitik global di Kawasan Teluk dan meluas ke Timur Tengah, memberikan dampak terhadap kunjungan wisman ke Bali.

Ia memperkirakan, pada bulan Juni 2026 kunjungan turis asing ke Jatiluwih berpotensi anjlok hingga sepuluh hingga lima belas persen.

Pendaftaran dilakukan melalui link
RUNON.ID. (Way)