KORANJURI.COM – Kekayaan Usadha Bali atau pengobatan tradisional Bali diangkat dalam Bali Wellness and Beauty (BWB) Expo 2025. Event ini menjadi bursa yang mempertemukan sellers dan buyers yang bergerak di bidang kebugaran atau wellness.
BWB Expo 2025 menghadirkan eksibitor brand lokal dan internasional dari Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok. Tiga negara itu dikenal sebagai pionir dalam tren kecantikan dan teknologi kesehatan di Asia.
Managing Director of PT Melali MICE I Ketut Jaman mengatakan, pengobatan tradisional Bali jadi pondasi penting pengembangan pariwisata kebugaran berbasis kearifan lokal. Menurutnya, dengan gerakan bersama itu akan memperkuat Bali sebagai pusat kebugaran dunia yang otentik.
“Wellness merupakan proses aktif menjalani hidup sehat dan bermakna. Ini menjawab kebutuhan masyarakat global yang semakin sadar menjaga keseimbangan jiwa dan raga,” kata Ketut Jaman di Denpasar, Selasa, 10 Juni 2025.
Ketut Jaman menambahkan, BWB akan diselenggarakan secara reguler setiap tahun untuk memperkuat posisi Bali sebagai destinasi unggulan yang mengedepankan kesejahteraan, keindahan, dan kelestarian lingkungan.
“Ini untuk memperkuat ekonomi komunitas, tantangan yang dihadapi adalah menjaga keseimbangan antara komersialisasi dan pariwisata,” kata Ketut Jaman.
Kepala Dinas Pariwisata yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemukiman dan Sarana Prasarana Wilayah Cok Bagus Pemayun mengatakan, ada sejumlah tantangan yang dihadapi industri wellness dan medical tourism.
Mantan Kadis Pariwisata ini mengungkapkan, tantangan terbesar adalah kebutuhan pemandu wisata untuk dua sektor pariwisata yang saat ini tengah dikembangkan oleh Bali. Menurutnya, pemandu wisata kesehatan menjadi sisi profesional yang harus ada.
“Harus ada guide untuk medical tourism, ini jadi tantangan tersedir. Guide ada lisensinya dan domainnya ada di pemerintah,” kata Cok Bagus Pemayun.
Ia mengatakan, kebugaran menjadi salah satu sektor destinasi yang disiapkan untuk menuju pariwisata berkualitas. Bali sudah punya modal kuat yang mengarah pada quantum tourism yang memiliki taksu.
“Produk wellness ini yang membedakan dengan yang lain, jawabannya adalah wellness,” kata Cok Pemayun.
Acara yang digelar pada 27-29 Juni 2025 di Bali Beach Convention Center, Denpasar ini dihadiri oleh perusahaan, investor, dan komunitas dari berbagai sektor dalam industri wellness nasional dan internasional.
Co-Founder dan Direktur Bali Wellness and Beauty Expo 2025 Diah Permana Tirtawati menambahkan, saat ini sudah ada 1.000 pendaftar. Pihak penyelenggara menyiapkan 50 booth yang diisi oleh perusahaan, investor hingga industri wellness dan beauty.
“Sorotan utama adalah sesi Business to Business (B2B) yang mempertemukan pelaku industri wellness dan beauty dari berbagai negara. Ini akan membuka peluang kemitraan dan investasi strategis,” kata Diah.
Berbagai sesi edukatif akan mengisi acara seperti talkshow, workshop, demo perawatan kecantikan. Termasuk, aktivitas relaksasi seperti yoga dan meditasi bersama selama expo berlangsung. (Way)





