Bupati Agus Bastian Resmikan Ruang Kepala Sekolah SMP N 4 Purworejo

    


Bupati Purworejo Agus Bastian, saat meresmikan ruang kepala sekolah SMP N 4 Purworejo, dengan penandatanganan prasasti, Kamis (10/10) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM, meresmikan ruang kepala sekolah SMP N 4 Purworejo, yang terletak di jalan Jenderal Urip Sumoharjo no 62, Kamis (10/10) pagi. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita, yang dilanjutkan dengan peninjauan ruangan.

Pada acara yang juga dihadiri Kepala Dindikpora Kabupaten Purworejo, Sukmo  Widi Harwanto, SH, MM, para kepala sekolah SMP, serta segenap tamu undangan, bupati menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga besar SMP Negeri 4 Purworejo, yang telah selesai membangun gedung baru ruang kepala sekolah.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan komite sekolah, dalam rangka membantu mengembangkan fasilitas sekolah, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Bupati Purworejo.

Tentunya, kata bupati, SMP N 4 Purworejo sangat peduli terhadap pembangunan SDM, karena di tahun 2025 nanti, dilihat dari para siswa yang saat ini masih di SD, SMP, nantinya mereka akan jadi pemimpin negeri.

“Bagi warga Purworejo, khususnya wali murid, tentunya sangat mengerti dan sadar akan pentingnya SDM, menghadapi era SDM pada 2025 nanti,” kata Bupati Purworejo.

Terpisah, Kepala SMP N 4 Purworejo, Drs Eko Partono, MPd menjelaskan, bahwa bangunan yang diresmikan Bupati Purworejo tersebut, terdiri dari dua lantai. Pembangunannya menelan dana sekitar Rp 553 juta, yang berasal dari sumbangan orang tua/wali siswa, yang terkumpul selama dua tahun.

“Lantai bawah untuk ruang kepala sekolah. Ruang atas untuk wakil kepala sekolah dan persiapan ruang akreditasi,” jelas Eko Partono.

Pada ruang akreditasi ini, ungkap Eko Partono, untuk mengumpulkan data dan arsip-arsip kegiatan selama minimal tiga tahun terakhir. Dengan adanya ruang akreditasi ini, diharapkan selama akreditasi tidak ada lagi beban pekerjaan baru.

Luas bangunan dua lantai yang dibangun selama enam bulan itu mencapai 120 meter persegi. Alasan dibangunnya ruangan tersebut, menurut Eko Partono, karena bangunan lama sudah rusak dan tidak representatif lagi.

“Dengan gedung baru ini, kami bisa memberikan layanan yang luar biasa pada masyarakat. Dan pastinya, sekolah memang wajib memberikan penjaminan mutu internal,” pungkas Eko Partono. (Jon)