KORANJURI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster butuh dukungan data solid dan akurat sebagai dasar untuk pembangunan semesta berencana.
“Data yang aktual dan up to date sangat penting untuk merumuskan program-program prioritas kita kedepan,” jelas Gubernur saat menerima audensi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali di ruang kerjanya, Senin (4/2/2019).
Koster juga menyampaikan, Bali punya sektor-sektor yang jadi prioritas dalam menyukseskan pembangunan terencana yang bisa saja berbeda prioritas dengan nasional.
“Bicara prioritas tentu ada yang berbeda dengan nasional, karena di daerah punya prioritasnya sendiri. Untuk itu data-data yang diperlukan juga khusus sebagai dasar untuk mengambil kebijakan,” kata Koster.
Pria yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini juga menambahkan data solid berbagai sektor di Bali dari hulu sampai hilir akan jadi indikator kesuksesan pembangunan.
Gubernur menyebut program untuk sektor pendidikan yakni masa belajar wajib 12 tahun akan lebih mudah dicapai dengan dukungan data yang akurat terkait daerah-daerah yang membutuhkan sekolah.
“Dengan data yang ada kita tahu pasti dimana perlu dibangun sekolah, kita anggarkan, langsung dieksekusi sehingga wajib belajar 12 tahun bisa lebih cepat tercapai di Bali,” ujarnya.
Untuk itu, Gubernur mengajak BPS bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan akademisi untuk mengadakan sensus khusus di Bali agar data yang diperoleh bisa lebih akurat.
Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho menyambut keinginan Gubernur dan menyatakan akan menindaklanjuti lebih lanjut.
“Kami siap support kebutuhan data dan statistik Pemerintah Daerah, tentu dengan teknis dan prosedur yang berlaku,“ kata Nugroho.
Menurutnya, kondisi Bali saat ini dalam kondisi baik. Pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata nasional. Angka kemiskinan pengangguran menurun dan inflasi dalam kondisi terkendali.
“Kami prediksi, kedepan ada kecenderungan angka-angka ini akan mengarah lebih baik lagi,” ujar Nugroho. (*)





