‘Bali Kembali’, Gerakan Kebangkitan Bali dari Dampak Pandemi

oleh
Deklarasi gerakan 'Bali KemBali' di Hotel Sheraton, Kuta, Bali, Minggu (15/11/2020) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Bangkit dari keterpurukan akibat pandemi covid-19, Bali mencanangkan semangat kebangkitan ‘Bali KemBali’, Minggu, 15 November 2020.

Gerakan itu, menurut Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, menunjukkan semangat kebangkitan. Ia berharap, gerakan Bali KemBali jadi ajang promosi dan kampanye kesehatan untuk masyarakat.

“Gerakan ini kita harapkan memberi dampak positif bagi pariwisata Bali, terutama bagi masyarakat Bali pasca pandemi,” kata Cok Ace di Hotel Sheraton, Kuta, Bali, Minggu (15/11/2020).

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, gerakan tersebut untuk memulihkan perekonomian Bali, setelah mengalami kontraksi ekonomi cukup dalam akibat pandemi covid-19.

“Jangan terus terpuruk oleh situasi ini,” kata Dewa Indra.

Bali Kembali, kata Dewa Indra, seharusnya dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam penerapan disiplin protokol kesehatan. Termasuk penanganan yang baik dari potensi keterjangkitan covid-19.

“Kedua hal itu akan meningkatkan kepercayaan wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk kembali berwisata ke Bali,” ujarnya.

Hadir dalam acara itu staf khusus Presiden Republik Indonesia Aminudin Ma’ruf, Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPWBI) Bali Trisno Nugroho, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, dan Ketua GIPI Bali/Bali Tourism Board.

Sementara, Provinsi Bali mencatat kasus terkonfirmasi dari transmisi lokal bertambah 60 orang pada Minggu, 15 November 2020. Kesembuhan 55 orang dan angka kematian nihil.

Kasus aktif pada Minggu (15/11/2020) tercatat 616 orang. Pasien dilakukan penanganan di 17 RS rujukan dan tempat karantina di Bali. (Way)

KORANJURI.com di Google News