KORANJURI.COM – Bagus Rico, finalis Jegeg Bagus Kabupaten Badung 2026 mengatakan, persoalan lingkungan terutama sampah, harus dimulai dari diri sendiri.
Remaja bernama I Putu Yurikantino asal Kuta Utara itu meyakini, filosofi Bali ‘Atmana Abrahata’ akan memberikan dampak luas untuk penanganan sampah dan menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.
“Karena saya percaya, Atmana Abrahata, mulailah dari diri sendiri, dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja dan berdampak luas,” kata Rico dalam sesi prescon Jegeg Bagus Kabupaten Badung 2026, Jumat (24/4/2026).
Menurut Rico, saat ini Indonesia menghasilkan 6 juta ton sampah per tahun. Dari jumlah itu 52 persen di antaranya berasal dari sampah rumah tangga.
“Dengan pengolahan yang dimulai dari pekarangan sendiri, kita sudah bisa berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan yang ada,” ujarnya.
Jegeg Nia, finalis lain mengungkapkan pandangannya terkait isu lingkungan. Menurutnya, langkah sederhana yang dilakukan dalam aktifitas sehari-hari akan mampu menciptakan perubahan besar.
“Bagaimana kita mampu mendisiplinkan diri seperti langkah sederhana dengan membawa totebag, kemudian botol tumbler ketika bepergian,” kata Nia.
Dengan begitu menurutnya, produksi sampah yang ada setidaknya akan berkurang melalui cara sederhana dengan disiplin diri yang dilakukan secara konsisten.
10 pasangan finalis Jegeg Bagus Kabupaten Badung 2026 siap melaju di grand final untuk memperebutkan mahkota tertinggi ajang pemilihan duta pariwisata dan remaja se Kabupaten Badung.
Grand final akan berlangsung di Lobby Balai Budaya Giri Nata Mandala, Sabtu, 25 April 2026. Pemilihan Jegeg Bagus Kabupaten Badung 2026 mengusung tema ‘Kalaksa’ yang menggambarkan ruang dan waktu tanpa batas.
Tema ini menjadi simbol lahirnya potensi, inovasi, serta arah baru generasi muda dalam berkontribusi memajukan pariwisata dan budaya Kabupaten Badung. (Way)
