Antrean SPBU Masih 24 Jam, Pertamina Siapkan Pembelian Wadah 4 Liter dan 20 Liter

oleh
Petugas PT Pertamina Patra Niaga mengemas pertalite dalam wadah dalam uji coba yang baru dilakukan untuk tiga SPBU di Denpasar - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster meminta PT Pertamina membuat opsi pelayanan BBM menggunakan wadah berkapasitas tertentu.

Skema itu dibutuhkan untuk mengurai antrean panjang yang masih terjadi 24 jam di hampir seluruh SPBU di Bali.

“Apabila antrean belum menunjukkan penurunan yang signifikan, pemerintah bersama Pertamina mengevaluasi kemungkinan penerapan langkah tambahan, termasuk opsi pengaturan pembelian BBM,” kata Gubernur Bali Wayan Koster di Depot Pertamina Pesanggaran, Jumat (15/10/2026).

Pertamina mulai menguji coba skema pelayanan BBM menggunakan wadah berkapasitas tertentu di tiga SPBU.

Dalam uji coba itu, disiapkan wadah berkapasitas 4 liter untuk kebutuhan sepeda motor dan 20 liter untuk mobil.

“Namun, opsi tersebut masih sebatas bahan pertimbangan dan belum menjadi kebijakan yang ditetapkan,” kata Koster.

Pertamina akan mengevaluasi efektivitas serta aspek keselamatan penerapan skema tersebut sebelum mempertimbangkan perluasannya ke SPBU lainnya.

Sudah hampir sepekan antrean panic buying BBM di SPBU belum mereda. Dampak kelangkaan BBM pun sudah meluas aktifitas masyarakat banyak yang lumpuh, work from home (WFH) berlaku di seluruh Bali.

Siswa hingga mahasiswa menerapkan pembelajaran secara daring.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan, pada Jumat (16/10/2026), 16 juta liter Pertalite dijadwalkan tiba di Bali. Pasokan berikutnya sebanyak 32 juta liter Pertalite dijadwalkan akan tiba di Bali pada Sabtu (17/10/2026).

“Bali dapat jatah tambahan sekitar 4 juta liter dan dijadwalkan tiba di Depo Pesanggaran pada Kamis (15/10/2026) sore hingga malam. Sedangkan, stok BBM di Depot Manggis masih sekitar 6,3 juta liter,” kata Mars. (Way)