Agus Putra Sumardana: Kualitas Caleg Perlu Diukur Dari Debat

    


I Putu Agus Putra Sumardana, SH., calon legislatif DPRD Provinsi Bali Dapil Klungkung dari Partai Hanura Nomer Urut 2 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Debat publik untuk pemilihan caleg sangat penting diadakan oleh KPU Klungkung. “Debat caleg bagi masyarakat Klungkung berguna untuk melihat gagasan serta janji politik caleg,” jelas I Putu Agus Putra Sumardana, SH.

Agus Putra yang akan maju sebagai calon legislatif DPRD Provinsi Bali Dapil Klungkung dari Partai Hanura Nomer Urut 2 ini mengatakan, debat publik diperlukan untuk melihat kualitas caleg.

“Memang terlalu ‎absurd jika melihat kualitas caleg hanya dari debat publik. Tapi paling tidak, debat publik akan memberikan gambaran umum tentang visi, misi, dan program kerja caleg ketika terpilih nanti,” tambah Agus.

Menurutnya, jika KPU Klungkung sudah mewajibkan debat, tidak akan ada caleg yang akan membangkang. Debat publik di negara Maju menjadi sesuatu yang fundamental.

“Namun debat publik di negara kita masih sekedar memberikan pendidikan politik dalam rangka mencerdaskan Rakyat. Karena dinegara kita, masih kuat dengan aroma politik uang,” ujar Agus demikian.

jika menilik arti debat Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Debat adalah pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing. 

Agus Putra, tokoh muda yang anti korupsi dan politik uang ini menilai, debat memiliki 3 arti penting yakni, pertama menguji kemampuan dan kualitas diri caleg untuk menguasai persoalan masyarakat Klungkung sekaligus menawarkan solusi atas persoalan yang ada.

Kedua, menujukkan integritas dan komitmen atau tekad caleg untuk membangun. Caleg harus memilki tekad yang kuat yang didasari dengan niat yang tulus dan tak bercampur dengan kepentingan kelompok atau kepentingan diri.

Ketiga, caleg harus memiliki kemampuan berkomunikasi dan terbiasa dengan kritik. Debat menjadi tempat menunjukkan kemampuan komunikasi caleg.

“Caleg harus cerdas dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Gagasan-gagasan caleg dapat disampaikan kepada masyarakat, terutama di Kabupaten Klungkung dengan kemasan logika yang sehat, runut serta sistematis, sehingga mudah diterima oleh masyarakat,” jelasnya.

Selama ini, debat publik hanya untuk calon presiden dan wakilnya serta calon kepala daerah dan wakilnya saja. Agus Putra melihat, debat publik yang dilakukan untuk 2 pasang kandidat presiden dan wakil presiden pada Minggu (17/2/2019) kemarin, selain untuk memberikan kesempatan menilai kepada pemilih, juga jadi bentuk sebuah demokrasi.

Masing-masing kandidat presiden berargumen yang menunjukkan kualitas dari seorang calon yang layak untuk dipilih. Para calon presiden bukan hanya menunjukkan kualitas intelektualnya, tapi juga pemaparan data dan fakta sehingga publik akan menilai secara obyektif.

“Budaya demokrasi seperti itu perlu dilakukan bukan hanya untuk kandidat presiden maupun kepala daerah saja, tapi debat caleg juga perlu dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui figur dan kemampuan figur yang akan jadi wakilnya di legislatif,” jelas Agus Putra. (*)