KORANJURI.COM – Suara gemuruh mesin Slender memecah suasana di depan Kantor Bupati Purworejo, Kamis (12/03/2026) sore. Ribuan botol minuman keras (miras) dari berbagai merek digilas hingga hancur sebagai simbol keseriusan aparat dalam menjaga kondusivitas menjelang arus mudik Lebaran 1447 H.
Pemusnahan miras ini menjadi bagian dari rangkaian Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, bersama jajaran Forkopimda termasuk Kapolres Purworejo dan Dandim 0708.
Berdasarkan data resmi, total miras yang dimusnahkan mencapai 4.416 botol. Barang haram tersebut merupakan hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dilakukan Polres Purworejo selama dua minggu terakhir.
Menariknya, jenis Ciu mendominasi daftar dengan jumlah 2.617 botol, disusul oleh Wisky (289 botol), Mansion (248 botol), dan Vodka (245 botol). Selain itu, terdapat berbagai merek populer lainnya seperti Anggur Merah, Anggur Orang Tua, hingga Bir Bintang.
“Pemusnahan ini adalah komitmen kita untuk memastikan masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dan merayakan Lebaran dengan aman, tanpa gangguan akibat pengaruh miras maupun petasan,” ujar Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra dalam sesi wawancara.
Bupati Yuli Hastuti saat mendampingi Kapolres menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten Purworejo bersama TNI dan Polri telah bersinergi penuh untuk menyambut jutaan pemudik yang diprediksi masuk ke wilayah Jawa Tengah.
“Dalam operasi ini kita mengerahkan 452 personel Polri, 1 peleton TNI, serta dukungan dari Dishub, Satpol PP, Damkar, dan Dinas Kesehatan,” ungkap Kapolres.
Untuk Posko Keamanan, didirikan 4 Pos Pengamanan (Pospam), 2 Pos Pelayanan, dan 1 Pos Terpadu yang berlokasi strategis di Simpang 4 BRI Purworejo karena tingkat keramaiannya yang tinggi.
Bupati menambahkan, untuk fasilitas mudik, Pemkab Purworejo menyediakan 5 bus mudik gratis untuk warganya yang ada di Jakarta.
Bupati juga memastikan stok bahan pokok, terutama beras, dalam kondisi aman dan harga di pasar masih stabil.
Selain miras, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan dua tersangka peracik petasan dengan barang bukti bahan baku totalnya seberat 5 kg. Langkah preventif ini diambil untuk mencegah terjadinya ledakan yang dapat membahayakan nyawa warga saat malam takbiran nanti.
Operasi Ketupat Candi 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, mulai dari tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Fokus utama petugas adalah kelancaran arus lalu lintas di jalur utama serta titik rawan di Jalan Daendels yang diprediksi akan padat pengunjung wisata pantai pasca-Lebaran.
“Sinergi kita kompak. Kami siap memberikan pelayanan maksimal agar arus mudik dan balik tahun ini berjalan lancar dan aman,” pungkas Hj. Yuli Hastuti. (Jon)






