KORANJURI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster memberikan traktiran masyarakat pada hari Kasih Sayang ala Bali yang disebut Tumpek Krulut, Sabtu, 3 Januari 2026.
Ada tiga lokasi yang dibooking penuh oleh Gubernur Bali Wayan Koster yakni, Jenar Coffee, Tan Panama Coffee Shop Denpasar dan Warung Babi Guling Men Wenci, Sangeh.
Di kawasan wisata Sangeh, pengunjung sudah antre sejak pagi sekitar pukul 08.00 WITA. Warung Babi Guling lejen yang berada di tengah rindangnya pepohonan itu, sudah berdiri sejak tahun 1975.
Dalam momen itu, satu keluarga turut menghadiri traktiran Gubernur Bali untuk menikmati sajian babi guling. Mereka datang dengan formasi lengkap Keluarga Berencana Bali yang terdiri dari ayah, ibu beserta empat anak, Putu, Wayan, Made, Nyoman dan Ketut.
Diah, sang ibu mengungkapkan kegembiraannya dapat merayakan Hari Tresna Asih bersama Gubernur Bali Wayan Koster. Tidak itu saja, anak ketiga dan keempatnya juga mendapatkan hadiah uang dari Gubernur.
“Seneng banget, semoga pak Gubernur sehat selalu. Kami sengaja datang dengan formasi lengkap empat anak, karena banyak anak kan banyak rejeki,” celetuk Diah.
Dalam budaya di Bali, penamaan anak disesuaikan dengan urutan, anak pertama disertai sebutan Putu, Gede atau Wayan, anak kedua Kadek atau Made, anak ketiga Komang atau Nyoman dan anak keempat Ketut.
Men Wenci anak tertua pemilik warung mengatakan, untuk menyiapkan hidangan babi guling, dirinya menyiapkan dua ekor babi dan 100 kg beras. Dirinya memperkirakan ada lebih dari 1.000 porsi yang disajikan untuk pengunjung.
“Kami sudah menyiapkan semuanya dari pukul 3.30 pagi, kemudian mulai buka pukul 7.30 WITA,” kata Men Wenci.
Perayaan Tumpek Klurut dimaknai sebagai momentum untuk menumbuhkan rasa tresna asih atau asih sayang, mempererat hubungan antar sesama, serta memperkuat jati diri dan karakter masyarakat Bali.
“Tumpek Klurut ini adalah hari kasih sayang menurut kearifan lokal Bali. Kita maknai dengan berbagi, membangun interaksi yang hangat, terutama dengan generasi muda, sekaligus mendukung UMKM lokal,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara niskala dan sekala. Secara niskala diawali dengan persembahyangan yang dipusatkan di Pura Candi Narmada.
Sedangkan, secara sekala diwujudkan melalui interaksi langsung dengan masyarakat, khususnya anak muda, di ruang-ruang publik seperti coffee shop dan warung makan. (Way)





