Cara Seniman Teguh J. Dwiyono Kurangi Pencemaran Lingkungan, Ubah Sampah Plastik jadi Karya Seni Rupa

oleh
Pelukis Teguh J. Dwiyono menunjukkan proses pembuatan karya lukisan berbahan daur ulang sampah plastik - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dengan memanfaatkan limbah kantong plastik, seniman Teguh Djoko Dwiyono menciptakan lukisan berbahan daur ulang sampah plastik yang bernilai ekonomis tinggi.

Lukisan yang diciptakannya tidak menggunakan sentuhan cat sedikitpun. Namun, tak mengurangi estetika dari sebuah karya seni.

Plastic waste melt merupakan teknik yang lahir dari kepeduliannya mengurangi limbah sampah anorganik yang bersumber dari kantong plastik.

Menurut Teguh, tas kresek paling banyak digunakan karena bentuknya yang praktis dan mudah dibawa. Namun, setelah tidak digunakan lagi akan menjadi limbah yang sulit terurai.

“Memang ini berangkat dari kepeduliannya, terhadap lingkungan. Karena banyak sekali limbah plastik yang dibuang. Permasalahannya apa, banyak yang belum menyadari bahaya plastik,” kata Teguh saat workshop di Bali, Kamis, 4 Desember 2025.

Melihat adanya bahaya limbah sampah plastik, Teguh memanfaatkannya menjadi sebuah karya seni rupa. Cara membuatnya pun tidak sesulit melukis dengan cara konvensional menggunakan cat.

Menurutnya, hanya butuh waktu 2 jam siapapun dapat menghasilkan karya lukisan.

Untuk membuat lukisan, Teguh menggunakan fire gun, sebuah alat untuk melelehkan plastik dan menempelkannya di permukaan kanvas.

Warna-warna yang ada di lukisan akan terbentuk sesuai dengan warna kantong plastik yang dipilih.

Plastik yang sudah dilelehkan juga akan membentuk gradasi warna sendiri yang indah dan memberikan nuansa artistik.

Teguh mengatakan, banyak karya lukisan berbahan daur ulang tapi ia berusaha mencari teknik yang dapat dilakukan oleh semua orang.

Alasannya, semakin banyak orang mendaur ulang limbah, akan semakin cepat mengurangi pencemaran lingkungan. Selama ini, dirinya juga membuka workshop melukis dengan plastik bekas.

“Saya berharap olahan limbah plastik ini dapat dilakukan secara masif. Maka penting untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak usia dini bagaimana bahayanya limbah plastik,” kata Teguh.

“Dengan cara apa, kita mengolah dengan membuat suatu karya dan kita jamin bisa siapapun itu,” tambahnya.

Teguh Djoko Dwiyono merupakan pelukis yang berfokus pada penggunaan limbah plastik dan cangkang telur. Ia menjadi praktisi seni rupa yang mendapatkan rekor MURI sebagai pelukis cangkang telur pertama di Indonesia.

Ia mengubah bahan-bahan yang biasanya dibuang menjadi karya seni bernilai tinggi. Saat ini Teguh aktif mempromosikan sustainability melalui seni bersama Nayanika Art Gallery. (Way)