Bank Indonesia Siapkan Tourist Travel Pack untuk Transaksi QRIS Wisman di Bali

oleh
Bank Indonesia meresmikan paket perjalanan wisata Tourist Travel Pack di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Senin, 10 November 2025 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bank Indonesia merilis Tourist Travel Pack di terminal kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Senin, 10 November 2025.

Dengan paket perjalanan itu, BI mendorong agar wisatawan yang berasal dari negara non Mitra QRIS tetap dapat melakukan pembayaran non tunai.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan, wisatawan asing yang datang ke Indonesia melalui Bali akan mendapatkan kemudahan layanan dengan transaksi cashless.

“Ini untuk memastikan wisatawan yang datang ke Indonesia dapat menggunakan pembayaran digital secara seamless sejak mereka sampai di bandara,” kata Filianingsih di Bali.

Ia menambahkan, wisman dari negara yang terjangkau QRIS crossborder dapat dengan mudah menggunakan layanan pembayaran digital itu di Indonesia. Saat ini, QRIS crossborder menjangkau empat negara yakni, Malaysia, Thailand, Singapura dan Jepang.

Hanya saja, kata Fili, masyarakat Jepang yang ada di Indonesia tidak secara otomatis bisa menggunakan pembayaran digital QRIS.

“Baru satu sisi, jadi kalau kita pergi ke Jepang kita bisa menggunakan QRIS kita dan kemarin kita sedang berjuang, kita dorong lagi supaya ada lisensi,” kata Fili.

Dalam launching Tourist Travel Pack itu, Deputi Ekraf Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam menambahkan, dengan adanya starter pack, turis asing di Indonesia memiliki kartu SIM Indonesia dan bertransaksi digital secara nasional.

Tourist Travel Pack merupakan kerjasama antara Bank Indonesia, Perbankan dan perusahaan e-wallet di tanah air.

Neil mengatakan, wisman yang bertransaksi secara digital dengan QRIS juga memudahkan mereka tanpa harus menukar mata uang menjadi rupiah.

“Jadi turis asing ini bisa langsung bertransaksi dengan QRIS yang aplikasinya ada dalam satu bundling starter pack,” kata Neil.

“Jadi, mereka seperti punya duit rupiah digital di gadget mereka,” tambahnya. (Way)