KORANJURI.COM – Genius Future Summit akan digelar pada 2-3 Oktober di Nuanu City, Tabanan, Bali. Pertemuan para penggagas model masa depan itu menyatukan pemangku kepentingan, influencer hingga pemikir dunia.
Tujuannya, kata pendiri & CEO Genius Group Roger James Hamilton, menyatukan visi, koneksi dan strategi untuk berkembang di dekade mendatang.
“Salah satu yang akan kita undang sebagai pembicara adalah Steven Bartlett, wirausahawan muda terkemuka di Inggris,” kata Roger di Canggu, Badung, Kamis (18/9/2025).
Di KTT tersebut, Roger akan berbagi rencana untuk membangun Genius City dan komunitas pembelajaran seumur hidup pertama di Asia yang berfokus pada dampak.
Ia meyakini, Bali sebagai tempat pertemuan banyak stakeholder dari berbagai belahan dunia, saat ini telah menjadi pusat wirausahawan global. Para bisnis bukan hanya berpikir tentang pendapatan tapi juga impact yang terjadi di masyarakat.
“Sepuluh tahun lalu, kami memelopori pendidikan kewirausahaan melalui lembaga green school di Ubud, di situ kami menciptakan sistem profil Wealth Dynamics,” ujarnya.
Dalam forum itu, juga akan dipaparkan 10 tren teratas dalam AI, bitcoin, dan komunitas yang dinilai akan mengubah cara manusia bekerja, berkolaborasi, dan menciptakan nilai.
Menurutnya, penekanan utamanya adalah mengaplikasikan teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas. Masa depan adalah tujuan bukan soal nasib.
“Bitcoin menjadi aset digital yang dipercaya sebagai sound money, serta komunitas global berperan sebagai pondasi baru dalam membangun kepercayaan dan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Salah satu pembicara yang akan diundang adalah pendiri Bitcoin Indonesia dan Bitcoin House Bali Diana ‘Bule Bitcoin’. Diana menulis buku ‘Bitcoin Untuk Indonesia’. Dia juga mengembangkan Komunitas Bitcoin di Indonesia hingga lebih dari 38 pertemuan bulanan di seluruh negeri.
Sebagai pemengaruh di bidangnya, Diana memfokuskan diri pada dampak sosial adopsi Bitcoin di Indonesia, dengan fokus pada hak asasi manusia dan pendidikan. (Way)





