Waspadai, Aksi Penipuan Berkedok Bantuan Mengatasnamakan DLH Purworejo

oleh
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, ST. - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo menghimbau kepada masyarakat, untuk waspada terhadap adanya upaya penipuan untuk tujuan kejahatan, dengan mengatasnamakan DLHP.

Dalam menjalankan aksinya ini, sekelompok pelaku menggunakan modus pemberian bantuan mengatasnamakan DLHP.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo Wiyoto Harjono, ST, menegaskan, bahwa pihaknya tidak pernah bekerjasama dengan pihak manapun atau penyedia jasa manapun dan tidak mengadakan program/kegiatan pembagian bantuan sarpras/hibah kepada masyarakat dalam bentuk apapun, secara langsung.

Hal itu disampaikan Wiyoto, menyikapi beberapa laporan masyarakat yang terkait dengan adanya upaya penipuan dengan tujuan kejahatan dibeberapa tempat dengan modus pemberian bantuan mengatasnamakan dinas yang dipimpinnya.

“Waspadalah terhadap berbagai bentuk Modus penipuan dengan mengatasnakamakan Pimpinan, pegawai, program kerja, bantuan/hibah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan untuk melancarkan aksi kejahatan,” tandas Wiyoto, Kamis (20/02/2025).

Wiyoto menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Purworejo untuk berhati-hati atas segala bentuk informasi/kegiatan yang mengatasnamakan Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo.

Disampaikan, bahwa pada Sabtu (15/02/2025) lalu ada laporan dari warga Sindurjan, bahwa ada sekelompok orang yang mengaku sebagai pegawai DLHP berpakaian keki, dan mengatakan ada pembagian bantuan tong sampah ke rumah-rumah.

Dan mereka masuk ke rumah-rumah warga melakukan pendataan atau survei agar bisa mendapatkan bantuan tersebut. Saat salah satu dari mereka melakukan survei dengan mengisi kuisioner dan tanya jawab, anggota kelompok lainnya masuk ke rumah dan mengambil barang-barang berharga yang ada.

“Ada yang kehilangan hp, uang dan perhiasan. Setidaknya ada tiga laporan yang masuk, dua dari Sindurjan satu dari Baledono. Mereka baru sadar kehilangan barang-barang setelah kelompok tersebut pergi,” ungkap Wiyoto.

Wiyoto menduga, kemungkinan masih ada korban lainnya, namun tidak melapor ke DLHP. Karena ada yang baru sadar telah menjadi korban setelah membaca fliyer dari DLHP terkait himbauan untuk waspada terhadap aksi tersebut.

“Dari para korban ini juga sudah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian,” terang Wiyoto.

Dia menegaskan bahwa program tersebut tidak ada. Jika ada sesuatu yang mencurigakan, bisa lapor ke aparat terdekat, dari RT, RW, Kelurahan/Desa, ke DLHP atau ke kepolisian.

Wiyoto mengungkapkan, bahwa terkait bantuan persampahan, hanya ada bantuan 12 paket berupa kendaraan bermotor roda tiga, gerobak sampah, timbangan digital, gerobak sorong dan tempat sampah terpilah untuk 12 bank sampah

“Jadi bantuan ini untuk lembaga (bank sampah), bukan untuk perseorangan atau rumah tangga,” pungkas Wiyoto. (Jon)