KORANJURI.COM – Bali bukan saja punya keindahan alam, serta budaya dan tradisi yang kental. Namun, Pulau Dewata juga menyimpan banyak situs dan cagar budaya yang eksotis.
Salah satunya adalah hotel Inna Bali Heritage yang ada di Jalan Veteran, Kota Denpasar. Hotel dengan arsitektur ala eropa yang terbilang mewah pada zamannya itu, lokasinya tepat berada di jantung Kota Denpasar.
Lokasinya yang berada di titik nol Kota Denpasar memungkinkan kemudahan akses kemana saja. Jarak ke Bandara Ngurah Rai hanya 40 menit, atau kalau ingin ke Pantai Kuta hanya butuh waktu 30 menit. Apalagi ke destinasi wisata Sanur hanya butuh waktu 15 menit perjalanan.
Suasana heritage dari hotel yang dibangun pada tahun 1927 itu juga terlihat di areal sekitarnya. Tak jauh dari situ, di jalan Gajah Mada, Denpasar banyak berdiri bangunan-bangunan lama. Kemudian, heritage area itu disebut sebagai ‘Kota Tua’ nya Denpasar.
Dilansir dari hig.id, Inna Bali Hotel Denpasar adalah hotel warisan bintang 3 yang dibangun pada tahun 1927 oleh Airlines Shipping Belanda.
Di awal beroperasi, hotel itu bernama Bali Hotel, yang merupakan hotel kelas internasional pertama di Bali. Beberapa nama-nama pesohor dan pemimpin dunia pernah tinggal di hotel itu. Seperti, Jawaharlal Nehru, Mahatma Gandhi, Ratu Elizabeth, hingga aktor film bisu Charlie Chaplin.
Sedangkan, tokoh nasional yang tercatat sering menginap di antaranya, Ir. Soekarno, Presiden kedua RI Soeharto hingga Megawati Soekarnoputri.
Salah satu saksi sejarah hadirnya tokoh-tokoh penting di Inna Bali Heritage adalah I Made Sudira asal Denpasar. Ditemui beberapa waktu lalu, Made Sudira mengatakan, Presiden RI pertama Ir. Soekarno menjadi tokoh nasional yang paling sering menginap di hotel itu.
“Kamar 77 atau dulu kamar bernomer 50 menjadi kamar yang sering ditempati Bung Karno ketika berada di Bali. Kamar 77 berhadapan langsung dengan Jalan Veteran, Kota Denpasar,” kata Made Sudira.
Di tengah-tengah areal kamar hotel yang sekarang terkenal dengan sebutan ‘Kamar Bung Karno’ itu ada pendopo yang dibangun pada tahun 1929. Pembangunan pendopo yang difungsikan untuk pusat hiburan itu, dibangun berselisih 2 tahun dari pembangunan Hotel Inna Bali Heritage pada tahun 1927.
Pria yang pernah bekerja sebagai pemandu wisata ini menambahkan, Presiden RI kedua Soeharto dan Jenderal Sarwo Edhie Wibowo juga pernah menginap di kamar ‘sakral’ tersebut.
Made Sudira bercerita, pada masa itu, tokoh sekelas Soeharto kerap terlihat di teras kamar nomer 77 dengan mengenakan pakaian militer.
“Terlihat dari jalan sana (Jalan Veteran). Kondisi saat itu kan masih aman tidak banyak gejolak politik seperti sekarang,” tambahnya. (Way)





