Pra Akreditasi, SMK Kesehatan Purworejo Gelar Simulasi

oleh
Suasana pra akreditasi SMK Kesehatan Purworejo dengan gladi bersih akreditasi, Jum'at (21/07/2023) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menjelang akreditasi sekolah yang akan dilakukan pekan depan, SMK Kesehatan Purworejo melakukan simulasi atau gladi bersih akreditasi dengan menghadirkan dua assesor, Bani Mustofa, M.Pd., dan Trasno, M.Pd.

Kedua assesor tersebut melakukan pengecekan, mengaudit dan mengevaluasi sejauh mana kesiapan administrasi sekolah kaitannya dengan akreditasi.

Menurut Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, S.Sos., M.Pd., diharapkan dengan simulasi ini akan diketahui kekurangan kaitannya dengan administrasi dan persiapan-persiapan data, supaya sukses di akreditasi.

“Mohon dukungannya. Karena target akreditasi kita tetap di posisi A. Kita bersungguh-sungguh dan serius dalam persiapannya. Sehingga suasananyapun dibuat sedemikian rupa persis saat dilakukan akreditasi yang sesungguhnya,” ujar Nuryadin.

Ketua Komite SMK Kesehatan Purworejo, Drs. AS Ragil Wibowo, M.A., M.Th., Ph.D., berharap dengan adanya akreditasi kedua ini paling tidak bisa mempertahankan prestasi yang telah dicapai di akreditasi pertama, yakni A unggul.

“Dengan gladi bersih ini, supaya jika ada kekurangan maupun kelebihan bisa terdeteksi sejak dini. Optimis, dengan didukung potensi yang ada dari seluruh civitas akademika, hasil akreditasi sesuai yang diharapkan,” harap Ragil Wibowo.

Bani Mustofa, salah satu assesor yang hadir dalam simulasi tersebut sangat mengapresiasi dengan langkah SMK Kesehatan Purworejo. Menurutnya, persiapannya luar biasa sekali, yaitu dokumen-dokumen yang ada dipersiapkan secara normatif.

“Karena endingnya ingin menggapai nilai yang terbaik. Walau saat ini akreditasi sudah A, namun mempertahankan lebih sulit,” kata Bani Mustofa.

Bani melihat, semua jajaran di SMK Kesehatan Purworejo bahu-membahu ikut mempersiapkan dokumentasi. Karena penilaian akreditasi selama dua hari bagi sekolah sangat berat.

“Dan akreditasi yang terakhir ini sudah link dengan Dapodik dan raport mutu sekolah,” pungkas Bani Mustofa. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS