Sebab WBG 2023 Batal, Pemerintah Pusat Belum Alokasikan Anggaran

oleh
Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) saat bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo (tengah) serta Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI atau NOC), Raja Sapta Oktohari di Rumah Dinas Gubernur Bali Jayasabha, Jumat (14/3/2023) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster membantah gagalnya penyelenggaraan World Beach Games (WBG) disebabkan mundurnya Bali sebagai tempat penyelenggaraan.

Dalam kejuaraan olahraga pantai tingkat dunia itu, kata Koster, Bali hanya diminta menjadi tempat pelaksanaan. Event itu diagendakan berlangsung pada 5-12 Agustus 2023.

“Pembatalan atau mundur dari penyelenggara World Beach Games adalah panitia pusat, bukan Pemerintah Provinsi Bali, karena bukan kewenangan Pemerintah Provinsi Bali,” kata Koster, Rabu, 5 Juli 2023.

Dalam hal ini, Koster mengatakan, seluruh kewenangan WBG ada pada Association Of National Olympic Committees (ANOC) dengan anggaran bersumber dari pemerintah pusat.

Terkait hal itu, Koster menanyakan kepada Raja Sapta Oktohari sebagai Ketua National Olympic Committees. Disitu, ada jawaban bahwa belum ada alokasi anggaran dari pemerintah pusat terkait penyelenggaraan WBG 2023.

“Sehingga dengan waktu tinggal 1 bulan, tidak mungkin World Beach Games 2023 bisa dilaksanakan pada tanggal 5-12 Agustus 2023,” ujar Gubernur.

“Adanya pemberitaan di media yang menyebutkan penyelenggaraan WBG tanggung jawab Pemprov Bali itu adalah berita yang salah dan menyesatkan,” tambah Koster.

Di sisi lain, Koster juga mengungkap, pembatalan event olahraga WBG 2023 tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan mancanegara di Bali. Kunjungan wisman disebutkan terus mengalami peningkatan.

Data per 4 Juli 2023, jumlah kunjungan turis asing ke Bali mencapai 18.155 orang per hari. Angka itu, menurut Koster, diatas jumlah kunjungan wisman tahun 2019 sebelum terjadi pandemi COVID-19, dengan jumlah 17.500 orang per hari. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS