KORANJURI.COM – 4 Ilmuwan muda SMA Negeri 7 Denpasar berhasil mengharumkan nama bangsa setelah menemukan formula penurun demam berbahan baku tanaman.
Penemuan itupun mendapatkan penghargaan internasional di ajang The 6th International Young Inventors Awards (IYIA), dan The 2th World Invention Technology Expo (Wintex) ke-2 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
Empat siswi tersebut yakni, Ni Putu Diah Pradnya Septiari, Anak Agung Raka Dyah Nindyaswari, AA. Sg. Massita Jenika Putri, Ida Ayu India Cempaka Sari.
Bahan baku yang digunakan adalah daun Dadap, Jintan dan Bawang Merah. Tanaman obat itu diekstrak dan dijadikan gel penurun demam. Dari temuan itu, peneliti asal SMA Negeri 7 Denpasar meraih medali emas dan mengalahkan 250 peserta dari Indonesia maupun mancanegara.
Proses ekstraksi daun Dadap, Jintan dan Bawang Merah memeliki perbandingan 4:2:1. Hasil ekstraksi kemudian didiamkan selama tiga hari lalu disaring. Untuk menghasilkan gel, ditambahkan 50 ml air kemudian dipanaskan bersama gliserin sebagai pelembab dan gelatin untuk mengentalkan.
“Ekstrak bahan baku dimasukkan dalam campuran gel tersebut kemudian didiamkan selama satu hari, lalu jadilah gel yang siap dikemas,” jelas Kepala SMAN 7 Denpasar, Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiawati, Jumat (18/10/2019).
Gel penurun panas ini diberi nama EVAPA yang diambil dari nama ilmiah ketiga bahan baku, yaitu Eritrinaf Variagata (daun dadap), Pectranthus Amboinicus (daun jintan), dan Allium Cepa (bawang merah). Gel penurun panas ini untuk pemakaian di LUAR sebagai penurun panas. Pemakaian minimal selama 1 jam efektif menurunkan 40 persen panas badan.
Ide membuat gel penurun panas ini berawal dari kebiasaan masyarakat di Bali yang sering menggunakan daun dadap sebagai obat penurun panas tradisional. Daunnya ditumbuk lalu ditempelkan di kening orang yang sedang panas tinggi.
“Mungkin untuk saat ini kebanyakan orang jarang menggunakan obat tradisional. Selain itu, juga ada produk modereb yang sejenis untuk menurunkan panas sehingga masyarakat Bali beralih ke produk modern. Berbekal itulah mereka kemudian berinovasi merubah daun Dadap, Jinten, dan Bawang Merah menjadi gel,” jelas kepala sekolah yang akrab disapa Bu Cok ini.
Daun Jintan dan Bawang Merah, tambahnya lagi, adalah untuk menambah khasiat dari daun Dadap. Daun Dadap dan Daun Jintan terbukti mengandung zat aktif flavonoid dan alkoloid yang dapat menangkal radikal bebas dan menurunkan panas.
Sedangkan bawang merah mengandung antibakteri dan bisa menyembuhkan radang.
“Kandungan senyawa ini sudah melalui penelitian di kampus Udayana Bali,” ujarnya demikian. (Way)





