5 KK Transmigran dari Purworejo Diberangkatkan ke Sulawesi Selatan

oleh
Kepala Dinas Perindustrian, Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Dinperintransnaker) Kabupaten Purworejo, Ir Hadi Pranoto, saat menyerahkan bantuan bibit/benih kepada para transmigran - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 5 KK (kepala keluarga) transmigran dari Kabupaten Purworejo, diberangkatkan ke lokasi transmigrasi di Mahalona, Kecamatan Towuti, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Pemberangkatan para transmigran ini, dilakukan secara simbolis oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, Sabtu (20/08/2022) lalu di Semarang, bersama transmigran lainnya yang berasal dari 13 kabupaten se Jateng.

“Secara simbolis, Mendes PDTT melepas 33 calon transmigran ke beberapa wilayah. Mereka ini, berasal dari 14 kabupaten se Jateng. Salah satunya dari Purworejo,” jelas Kepala Dinas Perindustrian, Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Dinperintransnaker) Kabupaten Purworejo, Ir Hadi Pranoto, Rabu (24/08/2022).

Dijelaskan pula, jumlah total jiwa transmigran asal Purworejo ini sebanyak 19 jiwa. Mereka ini berasal dari Kecamatan Kaligesing (2), Kutoarjo (1) dan Purworejo (2). Dalam pemberangkatan ke lokasi transmigrasi ini, para transmigran didampingi petugas fungsional mediasi dari Dinperintransnaker, Woro Sriwidiatmi dan Faizah.

Menurut Hadi Pranoto, para transmigran tersebut ikut program nasional transmigrasi dari Kementerian. Sebelum diberangkatkan, para calon transmigran mendapatkan pelatihan terlebih dahulu di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Yogyakarta.

“Prosesnya panjang dari awal hingga pemberangkatan ini. Sebelumnya diawali dengan penjajakan, dilanjutkan dengan peninjauan untuk mengetahui bagaimana sarprasnya, jalannya, juga meyiapkan MoU antara kabupaten asal/pengirim transmigran dan kabupaten penerima transmigran,” kata Hadi Pranoto yang didampingi Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Veny Yudha Apriyani, S.STP, MH.

Fasilitas yang diterima transmigran, menurut Hadi, antara lain, total lahan seluas 2 hektar yang didalamnya sudah ada rumah lengkap dengan fasilitasnya. Mereka juga dibantu Saprodi (sarana produksi), saprotan (sarana produksi pertanian) serta bibit-bibit/benih tanaman.

Sebelum menghasilkan karena harus meriintis dari awal, para transmigran ini mendapat jaminan hidup selama setahun berupa sembako, bantuan dari pemprov dan pemkab lokasi transmigrasi.

“Selama mereka disana, kita terus lakukan monev (monitoring dan evaluasi). Mereka pejuang kehidupan untuk lebih baik lagi. Kita ingin mereka bisa sukses. Sudah banyak contoh transmigran yang sukses,” ujar Hadi.

Menurut Hadi, animo masyarakat Purworejo untuk mengikuti program transmigrasi ini cukup tinggi. Pihaknya akan terus berupaya supaya setiap tahun ada program transmigrasi, meski kuota yang tersedia belum bisa memenuhi animo masyarakat.

Seperti halnya tahun ini, dimana pendaftar calon transmigran ada 7 KK, namun kuota yang tersedia hanya untuk 5 KK saja. Meski untuk bisa mengikuti program transmigrasi ini, para calon transmigran harus menjalani seleksi terlebih dahulu, meliputi tertulis, wawancara dan psikotest, untuk mengetahui seberapa besar niat calon transmigran untuk bertransmigrasi.

“Kita sangat berharap, semoga para transmigran ini bisa sukses disana. Mereka bisa menjalani kehidupan yang lebih baik lagi,” pungkas Hadi, yang sempat menyerahkan bantuan bibit/benih untuk para transmigran sebelum diberangkatkan. (Jon)

KORANJURI on GOOGLE NEWS