“Berikan makanan yang banyak mengandung protein hewani minimal sehari 2 telur. Ketika sudah terkejar sesuai dengan usia perkembangan berikan pujian pada anak, kemudian berikan stimulasi untuk usia yang akan datang,” jelasnya.
Di masa anak golden period atau 5 tahun masa emas, bidan Lusinta menyarankan agar tumbuh kembangnya dioptimalkan. Ketika ada delay 5 tahun pertama untuk maju ke tahun-tahun berikutnya akan sulit untuk diperbaiki.
“Apabila stunting terjadi di dua tahun pertama tidak segera diatasi maka agak sulit untuk keluar dari stunting,” jelas Lusinta.
Bahaya terjadi keterlambatan perkembangan pada anak terbagi jadi 2 yakni, dampak jangka pendek dan dampak jangka panjang.
“Pada dampak jangka pendek biasanya anak mudah sakit, mudah lemah karena daya tahan tubuhnya turun, sering mengalami demam, sering pilek, sering batuk,” ujarnya.
Untuk dampak jangka panjang, anak akan mengalami gangguan kognitif yang merupakan keterlambatan fungsi-fungsi kognitif, ditandai dengan kemampuaan sulit membaca, menulis, berhitung, maupun mengungkapkan kata-kata. Namun, bukan berarti anak yang nilainya jelek pernah mengalami keterlambatan bisa jadi memang lingkungan ataupun malas belajar. (*)
