*Rutin Memantau Kesehatan*
Menurut Sinta, hal yang perlu diingat adalah berat badan dan tinggi badan yang harus dipantau setiap bulan. Hasilnya dapat dilihat dari kurva Kartu Menuju Sehat (KMS).
“Kalau anaknya kurang dari 2 tahun lakukan pengecekan 3 bulan sekali. Sedangkan, jika anak di atas 2 tahun lakukan pengecekan 6 bulan sekali untuk perkembangan,” ujarnya.
Bidan yang juga seorang praktisi pijat bayi ini menambahkan, keterlambatan tumbuh kembang anak dipengaruhi faktor internal yakni, tumbuh kembang yang dipengaruhi dari dalam diri.
“Contohnya, rasa tahu etnik tertentu, genetik keluarga, umur, jenis kelamin dan ada hal lain seperti kelainan kromosom,” jelas Lusinta.
Faktor ketika hamil misalnya nutrisi atau gizi yang dikonsumsi ibu hamil, posisi bayi, paparan radiasi sinar rontgen yang bahaya untuk tubuh bayi akan membuat cacat, infeksi torch, dan infeksi rubella.
Lantas, yang harus dilakukan jika anak sudah mengalami keterlambatan, Lusinta mengatakan, agar tidak usah panik. Apabila ada keterlambatan disarankan dicek dahulu dari aspek perkembangan dan melakukan stimulasi yang intensif.
Apabila usia perkembangannya belum mampu, harus dioptimalkan pada usia sebelumnya, kemudian disesuaikan dengan usianya saat ini.
Kalau keterlambatannya dipengaruhi karena gizi kurang atau stunting, yang dilakukan adalah memberikan nutrisi seperti susu formula yang tinggi kalori.
